TMMD ke-126 Ditutup, Puluhan Fasilitas Umum Selesai Dibangun

waktu baca 2 menit

KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, resmi ditutup.

Penutupan kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Korem 143/Halu Oleo Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kolaka Timur Yosep Sahaka, di Kecamatan Ueesi, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan penutupan diwarnai dengan upacara resmi yang dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Kolaka Timur, para camat, kepala desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Usai upacara, masyarakat juga mengikuti sejumlah kegiatan sosial seperti pembagian sembako, pengobatan gratis, dan pasar murah.

 

Puluhan Fasilitas Umum Terbangun

Program TMMD ke-126 menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur di wilayah terpencil. Fokus utama kegiatan meliputi pembangunan jalan, jembatan, deker, rehabilitasi rumah, serta pembuatan sumur bor di Desa Puraau, Desa Tengauna, dan Desa Alaha.

Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto dalam sambutannya menyebutkan, TMMD kali ini dilaksanakan secara serentak selama 30 hari di tiga wilayah Kodam XIV/Hasanuddin, yakni Kabupaten Pangkep, Kabupaten Takalar, dan Kolaka Timur.

“Program TMMD merupakan bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wahyu.

Di tiga daerah pelaksana, TMMD ke-126 berhasil membangun jalan sepanjang 365 meter, perintisan jalan 1.465 meter, peningkatan jalan 1.500 meter, talud 2.930 meter, penimbunan sirtu 1.465 meter, 5 unit gorong-gorong, 14 unit plat deker, serta 1 unit jembatan.

Selain infrastruktur, program unggulan “TMMD Manunggal Air” juga terealisasi dengan 15 titik sumur bor, 10 rumah tidak layak huni direnovasi, pembangunan 3 unit MCK, rehabilitasi 1 masjid, serta penanganan stunting untuk 380 keluarga.

Edukasi dan Pemberdayaan Warga

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Satgas TMMD bersama pemerintah daerah dan Polres Kolaka Timur juga menggelar berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan hukum, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, kesehatan, pertanian, perikanan, peternakan, hingga literasi digital.

Kegiatan penyuluhan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa agar lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan pembangunan.

“Saya berharap hasil TMMD ini bisa menjadi pendorong semangat bagi masyarakat agar lebih maju secara ekonomi, lebih waspada terhadap dampak negatif lingkungan, serta membangun kehidupan yang rukun di tengah kemajuan zaman,” kata Brigjen Wahyu.

Ia menegaskan, pelibatan TNI dalam program pembangunan daerah merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang TNI, khususnya dalam operasi militer selain perang, yang salah satu tugasnya adalah membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penutupan TMMD ke-126 di Kolaka Timur ini sekaligus menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat dalam memperkuat sinergi dengan TNI untuk membangun desa dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

  • Reporter: A. Jamal
  • Editor: Dekri