oleh

Tim Paslon Saling Mencibir, Keuntungan yang di Bully

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) kian memanas. Para tim pasangan calon disana saling mencibir satu sama lain.

Di jejaring sosial media facebook utamanya. Saya coba mengamati akhir-akhir ini, mereka disana saling adu bully an. Siapa isu nya yang hangat, dia juga yang bakal dapat bonus like dan komentar terbanyak. Tidak heran, para tim disana saling intai, sedikit salah ngomong atau jalan bakal di bully abis-abisan.

Bahkan tidak hanya sekedar di bully, mereka juga harus menerima konsekuensi dengan status terlapor. Yah itulah Koltim. Tidak lengkap rasanya jika dalam pelaksanaan pesta demokrasi tidak dihujani cibiran.

Hemat saya, biarkan saja mereka saling mencibir didunia maya, yang terpenting jangan di dunia nyata. Lagi pula dunia maya kan tempat para pengguna berdemokrasi, jadi biarkan saja.

Saya kembali teringat dengan kata artis cantik Syarini, dengan kalimat singkat ”datang hempas lagi, datang hempas lagi” saya juga baru tahu, jika ternyata istila yang seringkali diucapkan oleh gadis gemulai itu, ditujukan untuk para haters (pembenci)  nya.

Mungkin biar hetters nya makin panas, dengan begitu popularitasnya juga makin melejit. Pantas saja semakin banyak yang membully nya, semakin banyak juga job dari tipi swasta yang ia terima.

Dari sini saya bisa simpulkan, jika tidak selamanya orang yang sering kali membuli kita, dia juga benci sama kita. Karena bisa saja berkat bully annya itu, kita bisa kehujanan job seperti Syarini.

Jadi pesan saya, untuk para tim kedua pasangan calon marih berjabat tangan. Kalau semisal menginginkan paslon anda menang di Pilkada nanti, solusinya mudah, yaitu bully paslonmu, biar kehujanan pendukung, kali aja kebanjiran suara kan bagus. (*)

Komentar

HUKUM KRIMINAL