Tiga Dusun di Desa Hakatutobu Dilanda Banjir Lumpur 

waktu baca 2 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dilanda banjir lumpur yang diduga disebabkan oleh aktivitas tambang nikel di wilayah tersebut.

Banjir ini telah merendam puluhan rumah warga dan jalan poros Kolaka-Watubangga, Selasa, 11 Maret 2025.

Banjir lumpur terjadi akibat curah hujan yang tinggi, sehingga debit air sungai meluap dan bercampur dengan lumpur. Dusun II dan Dusun III di Desa Hakatutobu menjadi wilayah yang paling terdampak.

Kapolsek Pomalaa, IPTU Maharani, menyatakan bahwa Polsek Pomalaa bersama personelnya langsung menuju lokasi kejadian untuk membantu warga dan pengguna jalan yang melintasi jalan poros Kolaka-Watubangga.

“Kami mengimbau kepada warga, terutama yang tinggal di dekat sungai, untuk selalu waspada ketika hujan deras turun,” ujar IPTU Maharani.

Salah satu warga Desa Hakatutobu, Nurdin, yang juga mantan kepala desa, mengatakan bahwa sungai di Dusun III perlu segera dibenahi oleh pemerintah terkait.

“Sungai tersebut sudah mengecil dan dangkal akibat lumpur dari aktivitas tambang nikel,” ungkapnya.

Banjir lumpur ini juga memicu kekhawatiran karena aktivitas tambang nikel di wilayah tersebut dinilai tidak memperhatikan aspek lingkungan.

Perusahaan tambang nikel diduga tidak membangun cekdam penampungan air, sehingga aliran air hujan langsung mengalir ke sungai dan membawa lumpur tanah merah.

Pemerintah setempat dan organisasi lingkungan hidup telah menyerukan agar perusahaan tambang nikel memperhatikan aspek lingkungan dan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

Selain itu, pemerintah diharapkan mengambil tindakan yang lebih tegas untuk melindungi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Reporter: A. Jamal