oleh

Soal Pembangunan Ibukota, Jawaban Paslo ”RABU” Dinilai Realistis

KONUT, TP – Debat kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin – Abuhaera dan Raup – Iskandar baru saja dilaksanakan, 3 Desember 2020.

Paslon nomor urut dua dinilai lebih paripurna dalam menjelaskan materi debat dibandingkan rivalnya, Raup-Iskandar.

Ruksamin lebih memahami problematika dan cara mengurai masalah yang dipertanyakan. Salah satunya, pembangunan kawasan ibukota kabupaten.

Agustin Ramli seang moderator memberikan kesempatan pada paslon urut satu, Raup – Iskandar yang mempertanyakan visi-misi paslon nomor urut dua tidak menyentuh isu pembangunan Ibukota.

“Pembangunan Ibukota itu tidak perlu tertulis secara spesifik kedalam misi. Akan tetapi, tertuang dalam program yang berada di misi ke- dua paslon akronim Konasara, yaitu meningkatkan ketersediaan infrastruktur dasar dan daya saing ekonomi daerah, “Jawab paslon urut dua Ruksamin dengan elegan.

Ruksamin melanjutkan pembangunan belum menyeluruh tersentuh diibukota kabupaten. Karena disepakati awal pembangunan diarahkan kewilayah pinggiran. Seperti Kecamatan Lasolo Kepulauan, jalan darat sudah dapat dijangkau.

“Lampu juga sudah mereka nikmati (Laskep). Sama juga dengan Desa Asemi Nunulai (Kecamatan Asera) akses darat sudah terbuka,” urai Ruksamin.

Nah, untuk infrastruktur diibukota kata Ruksamin, sudah dilaksanakan yang ditandai dengan penyelesaian RDTR, yang mana jalur hijau, kawasan industri, kawasan perumahan agar kedepan tidak terjadi tumpang tindih dalam membangun ibukota.

“Tinggal di periode kedua saya dengan pak Abuhaera. Insya allah kita mulai bangun infrastrukturnya semua. Supaya wajah ibukota nampak,” katanya.

Selama ini kata pasangan Abuhaera itu, Ruksamin sebagai bupati dan Raup sebagai wakil bupatinya bersama-sama merencanakan pembangunan. Kedepannya, bila Ruksamin-Abuhaera menjadi bupati dan wakil bupati, otomatis Raup – Iskandar menjadi oposisi.

“Tapi kawannya di DPRD oposisi masih ada. Insyaallah ingatkan saya. Kami akan komitmen membangun Konut. Karena saya pahami Konut bukan milik seseorang, tapi milik kita bersama dalam rangka memberikan pelayanan maksimal, terkhusus ibukota kabupaten,” jelas Ruksamin.

Reporter: Ipin

Komentar

HUKUM KRIMINAL