Selama 10 Bulan Polres Butur Tangani 7 Narkoba, Ada ASN Terlibat

waktu baca 2 menit
Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Buton Utara, AKP Abdul Halim Kaonga. |foto : Ist

BUTUR, TRIASPOLITIKA.ID – Sejak Januari hingga Oktober 2022, Polres Buton Utara (Butur) tangani 7 kasus Narkoba, mulai dari pengguna hingga pengedar pun diamanankan kepolisian.

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Butur, AKP Abdul Halim Kaonga mengatakan, kasus yang ditangan pihaknya kini lebih dari total kasus yang ditargetkan.

“Sesuai dengan Pagu. Kita, dalam 1 tahunnya, ada 4 kasus yang harus kita tangani. Namun setelah kami melakukan pengembangan ternyata terdapat 7 kasus,” kata Halim saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu, (22/10/2022).

Ia menuturkan, ada tujuh kasus narkoba yang ditangani oleh kepolisian Buton Utara, mulai dari pengguna hingga pengedar. “Kalau kita liat itu kemarin, untuk pengguna ada 4 orang, sementara 3 pengedar,” jelasnya.

Ia menceritakan, jika pihaknya juga mengamankan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Kata dia, oknum ASN tersebut merupakan pelaksana tugas (Plt) di salah satu desa di Kabupaten Buton Utara.

“Barang buktinya tidak terlalu banyak. Ya, namanya kita temukan, tetap kita lakukan tindakan hukum,” terangnya.

Sadar akan bahaya Narkoba, pria yang memiliki tiga balok di pundaknya ini mengajak masyarakat Buton Utara untuk menghindari yang namanya Narkoba. Sebab, kata dia, jika di salah gunakan maka Narkoba dapat merusak generasi muda.

“Ini kan (Narkoba) musuh dunia bukan hanya musuh negara, sehingga perlu ada kerja sama satu sama lain,” ucapnya.

“Untuk masyarakat Buton Utara mari kita sama-sama memerangi narkoba, kemudian mari kita memberikan informasi pada Satuan Reserse Narkoba Polres Butur,” imbuhnya.

Terakhir, Mantan Kapolsek Kota Bau-bau ini menegaskan, jika pihaknya akan melakukan penegakkan hukum dengan seadil-adilnya tanpa melihat status sosial seseorang.

“Intinya kita tidak pandang bulu, jika dia melakukan tindak pidana apalagi narkoba, ya, kita hantam, tidak ada kordinasi, tidak ada yang namanya keluarga, saya tidak tau, mau dia orang dalam, orang luar kalau ditemukan ya kita tindak. Karna ini, bila kita membantu sama halnya kita merusak generasi muda kedepannya,” punkasnya.

Reporter: Zual

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *