Reportase Diklat Jurnalistik USN Kolaka 2021

waktu baca 3 menit
Reportase Diklat Jurnalistik USN Kolaka 2021

Oleh: Ridwan Demmatadju

DUA jam bicara pengalaman sebagai Jurnalis di hadapan peserta Diklat Jurnalistik yang dilaksanakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik & Komunikasi USN Kolaka, tadi pagi di Aula Akper USN Kolaka.

Sungguh menguras energi, mengantar saya ke masa silam saat kali pertama bergabung di Surat Kabar Kampus IKIP Ujungpandang, 1994. Tentu, model diklatnya masih jauh dari model yang saya dapatkan di era masih menggunakan mesin ketik dan komputer masih pakai disket dengan program dos, dan ws 4.

Mereka yang seumur dan satu zaman dengan saya pasti kenal, DOS, WS 4. atau WS 8. Dulu belum ada jaringan internet, yang ada baru mesin faximile, mengirim data lewat jaringan telepon cetak jarak jauh, itupun masih terbatas hitam putih.Begitu juga ketika mengirim informasi tertulis.

Sebagai unit kegiatan ekstra kampus, UKM ini, secara umum dimanapun berada dan muncul selalu mencetak alumni yang berkualitas, punya daya nalar yang tajam dan bertebaran di perusahaan media di Indonesia sebagai pekerja media profesional.

Alumni UK Pers Mahasiswa dan Penerbitan selalu dicari perusahaan media cetak, televisi,radio dan, online (digital). Mereka yang pernah bergelut serius di jurnalistik kampus, tentunya sudah memiliki kompetensi untuk bekerja di perusahaan penerbitan dan televisi.

Inilah keunggulan mahasiswa yang terlibat di UKM Pers Mahasiswa, atau belajar ilmu jurnalistik dan komunikasi semasa di Kampusnya. Semua hal yang diatas tentu tidak bisa terbantahkan soal nilai keunggulan aktifis pers,jurnalis mahasiswa.

Selain itu, tak hanya di segani di dalam lingkup birokrat kampus, tapi di luar kampus pun mereka disegani karena daya kritis karya jurnalistiknya.Begitulah yang saya amati dan rasakan.

Bicara jurnalistik durasi dua jam tentu tidak terasa waktunya, dengan metode campur sari saya menciptakan suasana yang tidak berjarak dengan peserta didominasi mahasiswa jurusan hukum,akuntasi dan geografi.

Untuk masuk di dunia jurnalistik, atau pers tidak harus dengan latar belakang jurusan ilmu komunikasi atau publistik, semua orang dengan disiplin ilmu apa saja bisa bergelut dengan pers dan jurnalistik hingga menjadi sukses sebagai wartawan profesional, bahkan jadi pemilik media.

Pada sesi inti saya menyebutkan beberapa nama orang-orang hebat dengan ilmu jurnalistik, seperti Surya Paloh, CEO Media Indonesia, Dahlan Iskan (Jawa Pos Group), dan Jokob Oetama (Kompas).

Selain itu, saya juga menyebutkan nama Akbar Faizal, yang cukup dikenal sebagai politisi senayan yang kerap kali menjadi nara sumber di ILC TV One, dipandu Karni Ilyas.

Akbar Faizal, adalah alumni jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di IKIP Ujungpandang, dan menekuni dunia jurnalistik hingga mengantarkan dirinya sebagai jurnalis yang disegani di Indonesia.

Tentunya pencapaian karir sebagai jurnalis Akbar Faizal dimulai dari aktif sebagai aktifis pers mahasiswa lalu berlanjut bekerja di Harian Pedoman Rakyat, Harian Nusa Bali, dan Majalah Info Bank.
Begitulah proses untuk menjadi berkualiatas.Soal nama-nama mantan aktifis pers mahasiswa yang sukses tentunya sangat banyak untuk saya sebutkan satu-satu di tulisan ini.

Di ujung waktu saya membuat beberapa pernyataan sebagai penutup berisi spirit,motivasi agar usai pelatihan ini, mereka sadar akan ilmu dan kompetensi jurnalistik yang dimiliki untuk menjadi berbeda kualitasnya sebagai alumni USN Kolaka, mereka adalah alumni plus dengan dibekali ilmu pengetahuan yang bisa diterapkan disaat dibutuhkan.

Alumni ini, bukan lagi mencari lapangan kerja pasca kuliah, tapi dia yang dicari di pasar kerja.Semoga harapan ini bisa terwujud di masa datang.(*)

Kolaka, 05/12/2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!