Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Gantikan Sri Mulyani, Jam Tangan Rp8 Juta Jadi Sorotan
JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Purbaya Yudhi Sadewa resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pelantikan dilakukan dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/9).
Penunjukan Purbaya menjadi momen penting dalam peralihan kepemimpinan fiskal nasional, sekaligus menjadikannya sorotan publik, termasuk soal gaya personalnya. Salah satu yang menarik perhatian adalah jam tangan Seiko Premier SNP159P1 yang pernah dikenakannya.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @machtwatch, Senin (8/9), Purbaya pernah terlihat memakai jam tangan tersebut yang dibanderol sekitar Rp8 juta. Produk dari merek asal Jepang itu disebut sebagai “jam tangan anti-mainstream.”
Mengutip laman jamtangan.com, Seiko Premier dikenal dengan desain yang memadukan unsur klasik dan modern, serta menggunakan teknologi Movement Kinetic, gabungan antara pengisian daya otomatis mekanik dan tenaga listrik dari sistem quartz.
“Seiko selalu berusaha jadi yang pertama di dunia,” tulis mereka, merujuk pada sejumlah inovasi, termasuk jam tangan menyelam 1.000 meter dan GPS solar sejak 2012.
Siap Lanjutkan Peran Fiskal Negara
Dalam sambutannya seusai dilantik, Purbaya menyebut posisi sebagai Menteri Keuangan adalah tanggung jawab besar yang tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga amanah publik.
“Jabatan ini bukan hanya soal tanggung jawab teknis, tapi juga amanah besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan siap bekerja keras melanjutkan peran fiskal sebagai alat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat, apalagi di tengah kompleksitas tantangan global.
“Dunia sedang menghadapi tekanan dari berbagai arah, baik dari sisi geopolitik, kemajuan teknologi, hingga perubahan iklim,” kata pria 61 tahun itu.
Tantangan Domestik dan Harapan Kolaborasi
Purbaya juga menyinggung berbagai tantangan domestik yang dihadapi pemerintah, termasuk pengawalan terhadap program-program prioritas nasional.
“Saya mohon dukungan seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk bekerja bersama saya guna memastikan fiskal tetap menjadi instrumen yang kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan,” ujarnya.
Sri Mulyani Pamit, Minta Maaf Bila Ada Kekhilafan
Sementara itu, Sri Mulyani dalam pidato perpisahannya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama menjabat sebagai Menteri Keuangan selama hampir satu dekade.
“Merupakan suatu kehormatan dan keistimewaan bagi saya mengabdi kepada bangsa dan negara, membantu Presiden dalam menjalankan cita-cita Republik,” kata Sri Mulyani.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf bila selama menjabat terdapat kekhilafan atau kekurangan.
“Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Dengan rendah hati, saya mohon maaf. Saya pamit undur diri pagi hari ini,” ucapnya.
Purbaya memberikan penghormatan kepada pendahulunya itu dan menyebut Sri Mulyani sebagai sosok yang telah memberikan teladan bagi jajaran Kemenkeu.
“Integritas, profesionalisme, dan reputasi internasional yang beliau miliki telah menjaga kredibilitas Indonesia di mata dunia,” ujarnya.







