PT Vale Sosialisasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Desa Totobo

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Sosialisasi melibatkan pemerintah kecamatan dan desa, unsur TNI, tokoh masyarakat, warga, serta perwakilan perusahaan. Materi yang disampaikan mencakup faktor pemicu kebakaran, langkah pencegahan, hingga penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

Manajemen PT Vale Indonesia Tbk, Main Construction PT Vale, Aryamer, mengatakan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kesadaran masyarakat terhadap ancaman karhutla.

“Melalui pemaparan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Kehutanan, kami berharap masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai hal-hal yang harus diperhatikan, termasuk faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Aryamer.

Menurut dia, pemahaman mengenai pencegahan karhutla perlu diketahui tidak hanya oleh pemerintah desa, tetapi juga seluruh masyarakat.

“Kami berharap setelah sosialisasi ini, seluruh perangkat desa dan masyarakat mendapatkan pemahaman yang lengkap sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama melakukan upaya pencegahan,” katanya.

Camat Pomalaa Berry Harland Rais mengapresiasi langkah PT Vale Indonesia Tbk yang menginisiasi sosialisasi karhutla di Desa Totobo.

Menurutnya, kegiatan tersebut relevan dengan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir dan meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Vale yang telah melaksanakan sosialisasi di Desa Totobo. Ini sangat penting, terutama melihat kondisi cuaca yang cukup ekstrem dalam beberapa bulan terakhir dan banyaknya kejadian kebakaran hutan dan lahan di beberapa kecamatan,” kata Berry.

Ia mengatakan pemerintah kecamatan akan mendorong pemerintah desa untuk meneruskan informasi yang diperoleh melalui sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami dari pemerintah kecamatan berharap kegiatan ini betul-betul ditindaklanjuti oleh teman-teman di desa dengan menyosialisasikannya kepada masyarakat, sehingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan sejak dini dan risikonya bisa diminimalisasi,” ujarnya.

Berry menilai upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama karena sebagian wilayah Pomalaa memiliki kawasan yang berbatasan dengan area konsesi perusahaan dan kawasan hutan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan, aparat keamanan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Sosialisasi tersebut dihadiri Camat Pomalaa Berry Harland Rais, SE., M.Ap., Camat Baula Syahrial Darmawa, unsur Koramil 02 Wundulako Kodim 1412/Kolaka yang diwakili Danramil Mayor Inf Burhanuddin, Danyon 869/Taawu Letkol Inf Rizal, S.Sos., M.I.P., serta sejumlah kepala desa dan lurah.

Hadir pula perwakilan Desa Oko-Oko, Desa Pesohua, Desa Huko-Huko, Desa Langori, Kelurahan Dawi-Dawi, serta unsur pemerintah desa dan masyarakat dari wilayah Kecamatan Pomalaa dan Kecamatan Baula.

Tokoh masyarakat, perwakilan perusahaan, dan warga Desa Totobo juga mengikuti kegiatan tersebut.

PT Vale berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Kolaka, khususnya wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran lahan.

Langkah pencegahan dinilai penting dilakukan secara berkelanjutan, terutama selama musim kemarau, dengan mengedepankan kewaspadaan masyarakat dan koordinasi antarpihak.

  • Reporter: A. Jamal