PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Berbasis Keberlanjutan US$750 Juta

waktu baca 3 menit

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam strategi pembiayaan melalui perolehan fasilitas Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$750 juta, dengan opsi tambahan (greenshoe) sebesar US$250 juta, Kamis (23/4/2026).

Fasilitas pinjaman sindikasi ini menjadi yang pertama bagi PT Vale sekaligus menandai langkah penting dalam memperkuat ketahanan finansial perusahaan.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan proyek strategis serta memastikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab sesuai dengan tuntutan pasar global.

Pinjaman ini didukung oleh sindikasi 14 bank internasional dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 1,7 kali. Kondisi tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap fundamental bisnis dan arah strategis keberlanjutan PT Vale.

Seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral kritis untuk mendukung transisi energi, permintaan nikel sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi diproyeksikan terus meningkat.

Berdasarkan proyeksi International Energy Agency, kapasitas penyimpanan baterai global diperkirakan meningkat hingga 14 kali lipat, sementara permintaan baterai kendaraan listrik diproyeksikan naik tujuh kali lipat hingga 2030.

Dalam konteks tersebut, PT Vale dinilai berada pada posisi strategis sebagai produsen nikel dengan intensitas karbon relatif rendah. Hal ini didukung oleh penggunaan energi terbarukan dari tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terintegrasi dalam operasional perusahaan.

Fasilitas SLL ini disusun mengacu pada Sustainability-Linked Financing Framework dengan indikator kinerja utama yang mencakup penurunan intensitas emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.

Kedua indikator tersebut telah memperoleh penilaian “strong” dari lembaga penilai independen dan dinilai selaras dengan target global pembatasan kenaikan suhu sesuai Paris Agreement 1,5 derajat Celsius.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan fasilitas ini menjadi tonggak penting dalam menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi perusahaan.

“Fasilitas ini menandai langkah penting dalam perjalanan kami untuk menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Kami berkomitmen menghadirkan nikel berkualitas tinggi dengan jejak karbon lebih rendah,” ujarnya.

Dari sisi pemanfaatan, sekitar 50% dana akan dialokasikan untuk pengembangan proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, 30% untuk IGP Morowali, dan 20% untuk IGP Sorowako Limonite pada 2026.

Sementara pada 2027, pendanaan difokuskan pada kelanjutan proyek serta pemenuhan hak partisipasi dalam proyek joint venture.

Selain mendukung ekspansi bisnis, PT Vale juga berkomitmen menyalurkan manfaat finansial dari skema pembiayaan ini ke dalam program pengembangan masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sejumlah perbankan turut mendukung langkah ini. Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia, Harapman Kasan, menyebut pembiayaan berbasis keberlanjutan semakin relevan dalam mendukung transformasi industri.

Sementara itu, perwakilan DBS dan Mizuho Bank menilai sektor pertambangan memiliki peran penting dalam mendorong transisi energi yang bertanggung jawab.

Melalui langkah ini, PT Vale memperkuat posisinya sebagai pelaku industri pertambangan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik (ESG).(*)