PT Vale Perkuat SDM Lokal Lewat Pelatihan Vokasi di Luwu Timur

waktu baca 2 menit

SOROWAKO, TRIASPOLITIKA.ID — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

Bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Politeknik Sorowako (Poliwako), perusahaan tambang nikel ini menggagas program Vocational Short-Term Training (VST) yang menyasar bidang pengelasan, kelistrikan, dan administrasi bisnis.

Langkah ini sejalan dengan agenda nasional Asta Cita yang menekankan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, termasuk melalui penguatan kompetensi tenaga kerja di era hilirisasi mineral dan transisi energi.

“Program ini adalah bagian dari kontribusi Vale dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil sejalan dengan proyek hilirisasi di Sorowako Limonite Ore. Kami percaya keterampilan yang relevan adalah kunci agar masyarakat lokal bisa mengambil peran strategis dalam pembangunan industri dan ekonomi daerah,” kata Head of Sorowako Limonite Ore PT Vale, Suharpiyu, di Sorowako, Selasa (16/9).

Sebanyak 87 peserta mengikuti program ini, terdiri dari 57 orang dari area pemberdayaan PT Vale dan 30 orang dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Selama dua hingga tiga bulan, mereka akan memperoleh keterampilan praktis, sertifikat pelatihan, serta sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja.

Kepala Bidang Pemberdayaan Tenaga Kerja Disnaker Luwu Timur, Hariyadi Hamid, menegaskan pelatihan vokasi ini merupakan prioritas pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing SDM. “Harapan kami peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena pelatihan berbasis kompetensi adalah kunci agar Luwu Timur mampu maju dan sejahtera,” ujarnya.

Direktur Poliwako, Harjuma, menambahkan bahwa peserta akan memperoleh keterampilan teknis sekaligus sertifikasi resmi yang diakui industri. “Ini adalah langkah konkret agar lulusan siap kerja dengan standar industri,” ucapnya.

Sementara itu, Muhammad Nur Adnan, peserta asal Desa Balambano, menyambut positif program ini. “Saya optimis bidang kelistrikan sangat dibutuhkan di masa mendatang. Semoga keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk bersaing, dan program seperti ini terus berlanjut membuka peluang kerja bagi generasi muda,” katanya.