PT Vale Perkuat Pengembangan SDM Lewat Transformasi Politeknik Sorowako
SOROWAKO, TRIASPOLITIKA.ID – Upaya mempercepat pembangunan manusia unggul terus didorong PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) sejalan dengan agenda nasional Asta Cita Presiden, khususnya penciptaan SDM berkualitas dan transformasi ekonomi berkelanjutan.
Langkah itu diwujudkan melalui penguatan pendidikan vokasi di Sorowako, Luwu Timur, dengan mendukung transformasi Akademi Teknik Sorowako (ATS) menjadi Politeknik Sorowako (Poliwako).
Presiden Direktur & CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyampaikan transformasi tersebut menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem industri yang kompetitif di Luwu Timur.
“Perubahan menjadi Politeknik Sorowako harus membuka ruang kolaborasi lebih luas, tidak hanya dengan PT Vale tetapi juga industri lain yang berkembang di Luwu Timur.
Kita membutuhkan talenta yang mampu bersaing melalui keterampilan, teknologi, serta pola pikir inovatif,” ujar Bernardus, Kamis (4/12).
Poliwako diharapkan menjadi pusat unggulan vokasi yang melahirkan lulusan siap industri, memperkuat hilirisasi nikel, dan menghadirkan rantai nilai ekonomi baru bagi daerah.
Dukungan serupa juga disampaikan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, pada kegiatan Peletakan Batu Pertama Gedung Perkuliahan serta Peresmian Papan Nama Politeknik Sorowako.
Menurutnya, kehadiran Poliwako menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses pendidikan tinggi berkualitas. “Lebih dari 10.000 putra-putri Luwu Timur harus kuliah di luar daerah. Poliwako menjadi solusi pemerataan pendidikan yang lebih terjangkau,” kata Irwan.
Ia juga mengungkapkan perkembangan signifikan dari Kementerian Kehutanan terkait rencana alokasi sekitar 200 hektare kawasan untuk area pendidikan terpadu.
“Di kawasan ini akan dibangun kampus, boarding school, sentra UMKM, hingga fasilitas rehabilitasi. Ini bentuk komitmen kami membangun SDM Luwu Timur secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako, Firman Fauzih, menyampaikan bahwa Poliwako merupakan hasil perjalanan panjang sejak berdirinya Training Center PT Vale, kemudian berkembang menjadi ATS, dan kini resmi bertransformasi menjadi politeknik.
“Kami ingin Poliwako tidak hanya mencetak tenaga terampil, tetapi juga generasi pembawa perubahan bagi masa depan Luwu Timur,” ujar Firman.
Direktur Poliwako, Harjuma, memastikan transformasi tersebut telah mendapat pengesahan melalui Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Sebagai bagian dari kontribusi jangka panjang terhadap penguatan SDM, PT Vale memberikan dukungan strategis untuk Poliwako, yang meliputi:
1. Peningkatan Kurikulum Berbasis Industri
Pengembangan kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan pertambangan, hilirisasi nikel, teknologi operasi, keselamatan, hingga konsep green mining.
2. Vocational Short-Term Training (VST)
Penandatanganan MoU program VST antara PT Vale, Pemerintah Luwu Timur, dan Poliwako untuk meningkatkan pelatihan vokasi jangka pendek bagi pemuda daerah agar lebih siap kerja.
3. Magang dan Link-and-Match
Penyediaan akses magang dan praktik industri di unit operasi PT Vale guna membekali mahasiswa dengan pengalaman teknologi dan pemeliharaan peralatan berstandar global.
4. Ekosistem Riset Energi dan Reklamasi
Kolaborasi penelitian terkait energi baru terbarukan, metalurgi, reklamasi lahan, dan konservasi lingkungan.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan peresmian papan nama Politeknik Sorowako oleh Bupati Luwu Timur dan Presiden Direktur PT Vale, dilanjutkan penandatanganan MoU VST sebagai simbol penguatan sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan.
Pembangunan pendidikan vokasi di Sorowako tidak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi unggul, adaptif, dan kompetitif secara global.
Melalui kemitraan strategis, PT Vale dan Pemerintah Luwu Timur berkomitmen menjadikan Poliwako sebagai pusat pendidikan vokasi terbaik di Kawasan Timur Indonesia—sehingga SDM lokal tidak sekadar menyambut masa depan, tetapi turut membangunnya.







