PT Vale dan Pemkab Kolaka Groundbreaking Revitalisasi Pasar Raya Mekongga

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Babak baru pembangunan pusat ekonomi rakyat di Bumi Mekongga resmi dimulai dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) revitalisasi Pasar Raya Mekongga, Sabtu (28/2).

Proyek ini menandai kolaborasi antara PT Vale Indonesia Tbk dan Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Chief Executive Officer PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan pembangunan pasar bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PT Vale bukan hanya secara fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.

Menurut Bernardus, sebelum memulai operasional di Kolaka, perusahaan telah melakukan kajian sosial dan lingkungan selama dua hingga tiga tahun.

Hasil kajian tersebut kemudian dirumuskan dalam program “Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya” sebagai pedoman kontribusi sosial perusahaan.

Ia menjelaskan, kehadiran industri tambang akan memicu arus tenaga kerja dan pertumbuhan aktivitas ekonomi baru. Karena itu, kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk pasar sebagai pusat perputaran ekonomi, menjadi kebutuhan mendesak.

“Kami tidak hanya membangun bangunan pasar, tetapi mendorong kehidupan ekonomi yang berdaya dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pasar yang akan direvitalisasi memiliki luas 7,55 hektare dan terdiri atas 38 blok. Desain baru mengusung konsep pasar modern yang dilengkapi fasilitas pengolahan sampah serta infrastruktur ramah lingkungan, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Bernardus juga mengingatkan bahwa nikel merupakan sumber daya alam tidak terbarukan sehingga pengelolaannya harus disertai tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Jangan sampai kita mengambil nikel, tetapi meninggalkan dampak negatif. Revitalisasi pasar ini adalah persembahan kami untuk masyarakat Kolaka,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kolaka Amri menyebut Pasar Raya Mekongga sebagai episentrum ekonomi masyarakat yang telah berdiri selama 29 tahun.

Ia menegaskan pasar bukan sekadar ruang transaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial dan penggerak ekonomi kerakyatan.

“Revitalisasi ini adalah langkah strategis untuk menghadirkan sarana perdagangan yang lebih representatif, aman, bersih, dan nyaman,” ujarnya.

Revitalisasi pasar tersebut menjadi bagian dari program prioritas daerah “Beramal” yang berfokus pada penguatan struktur ekonomi kerakyatan, pengelolaan lingkungan, serta penataan kawasan perkotaan.

Pemerintah Kabupaten Kolaka memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp200 miliar sesuai master plan, dengan masa pengerjaan selama dua tahun.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua turut mengapresiasi dukungan dunia usaha dalam pembangunan daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Kontribusi ini sangat membantu pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan dimulainya revitalisasi ini, Pasar Raya Mekongga diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan modern, tetapi juga simbol kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat Kolaka secara berkelanjutan.(*)