PT Vale dan Huayou Jalin Kerjasama dengan Ford

waktu baca 3 menit
PT Vale dan Huayou Jalin Kerjasama dengan Ford

SOROWAKO, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dan Zhejiang Huayou Cobalt Co. (Huayou) dan Ford Motor Co. (Ford) resmi menjalin kerjasama penyertaan modal di Proyek High-Pressure Acid Leach (HPAL) Blok Pomalaa.

Kerjasama yang juga bertujuan untuk memajukan produksi nikel yang lebih berkelanjutan di Indonesia dan membantu membuat baterai kendaraan listrik (EV) lebih terjangkau turut disaksikan Presiden RI Joko Widodo, Kamis (30/3/2023).

Menurut CEO PT Vale Indonesia, Febriany Eddy, kerjasama tersebut merupakan kelanjutan dari groundreaking Blok Pomalaa PT Vale Indonesia pada November lalu dengan investasi hingga Rp67,5 triliun. Persiapan lokasi awal Proyek HPAL Blok Pomalaa yang telah dimulai dan konstruksi penuh diharapkan dapat dimulai tahun ini, dengan operasi komersial pada 2026.

” Proyek HPAL Blok Pomalaa akan mengolah bijih yang dipasok oleh PT Vale Indonesia dari tambang Blok Pomalaa untuk menghasilkan nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP) yakni produk nikel berbiaya rendah yang digunakan dalam baterai EV dengan katoda kaya nikel. Pabrik HPAL yang akan menghasilkan hingga 120 kiloton MHP per tahun akan beroperasi di bawah naungan PT Kolaka Nickel Indonesia, ” katanya.

Kolaborasi tersebut, kata Febriany akan menyediakan bahan-bahan penting untuk peralihan industri otomotif ke EV, meningkatkan industri manufaktur EV Indonesia, dan mendukung rencana Ford untuk menghasilkan laju produksi 2 juta EV pada akhir 2026 dan skala lebih lanjut secara bertahap .

Perjanjian ini mempertegas komitmen PT Vale dalam praktek pertambangan berkelanjutan.

“Kami menanamkan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola kami ke dalam semua yang kami lakukan, dan hasilnya adalah kolaborasi unik dengan pembuat mobil global Ford dan pemroses mineral global terkemuka Huayou untuk berinvestasi bersama dalam proyek ini. Kerja sama global ini sejalan dengan visi Indonesia untuk membangun ekosistem EV domestik dan menjadikan PT Vale sebagai kontributor penting dalam mengatasi tantangan dekarbonisasi dunia, dengan investasi yang akan menghasilkan manfaat ekonomi lokal dan memastikan pemanfaatan sumber daya nikel Indonesia secara optimal,” katanya.

Sementara itu, Vice President industrialisasi Ford Model e EV, Lisa Drake mengatakan kerjasama itu akan memberikan kendali langsung kepada Ford untuk mendapatkan nikel yang dibutuhkan, dengan salah satu pendekatan industri berbiaya terendah. Hal itu ungkapnya, memungkinkan Ford untuk memastikan nikel telah ditambang sejalan dengan target keberlanjutan perusahaan dan menetapkan standar ESG yang tepat.

“Bekerja dengan cara ini menempatkan Ford pada posisi memudahkan EV diakses oleh jutaan orang dan dengan cara yang tetap melindungi manusia dan planet dengan lebih baik,” ungkapnya.

Senior Vice President Huayou mengatakan kerja sama strategis ini merupakan salah satu proyek unggulan di bawah sinergi BRI-GMF, juga menghubungkan sumber daya nikel dan kobalt Indonesia dengan pembuat EV melalui kapabilitas canggih Huayou dan teknologi HPAL, merupakan model bisnis rantai nilai EV yang hebat dan akan memberikan kontribusi yang luar biasa bagi perkembangan ekologi industri EV di Indonesia.

“Upaya bersama ketiga pihak bertujuan untuk menciptakan pengaruh yang sangat positif terhadap perkembangan ekonomi dan sosial Indonesia, serta industri EV global dan rantai pasokannya,” ujarnya.

Proyek tersebut sebelumnya diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam sambutannya, Menteri Luhut mengatakan Blok Pomalaa merupakan batu loncatan bagi Indonesia untuk diakui sebagai produsen mineral berkualitas tinggi untuk ekosistem EV global.

“Kemitraan ini mengukuhkan PT Vale Indonesia sebagai pemasok utama dan pemimpin dalam nikel berkelanjutan dan rendah karbon, berdasarkan sejarah 55 tahun kami sebagai mitra utama dengan komitmen untuk mendorong manfaat sosial ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia dalam perjalanannya menjadi hub penting dalam rantai nilai EV global,” kata Deshnee Naidoo, Presiden Komisaris PT Vale dan Wakil Presiden Eksekutif Vale Energy Transition Metals. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!