oleh

PT 722 Internasional Bantah Berikan Janji Palsu pada eks Karyawan

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT 722 Internasional membantah informasi yang berkembang, atas tudingan telah memberikan janji palsu kepada istri almarhum eks karyawannya.

Direktur Utama PT 722 Internasional, Andi Abdul Karim menuturkan, pihak perusahaan sama sekali tidak memberikan janji terhadap istri almarhum.

Karim juga membantah jika sudah membuat perjanjian untuk melunasi motor istri almarhum Syahrul Siregar (mantan eks karyawan PT 722).

“Kami tidak melakukan perjanjian untuk melunasi motor istri almarhum. Kami hanya berinisiatif membantu mereka,” terang Andi Abdul Karim.

Sama halnya biaya sekolah anak almarhum, kata dia, pihak perusahaan PT 722 juga tidak melakukan perjanjian untuk membiayai hingga selesai.

“Kami siap membantu mereka jika aktifitas pertambangan di tempat kejadian itu berlanjut. Namun seperti yang kita ketahui aktifitas sekarang di tutup oleh Dinas Pertambangan Provinsi,” katanya.

Selain itu direktur utama PT 722 juga menaggapi terkait pemberian dana terhadap istri almarhum eks karyawan PT 722. ”Kami berikan mereka dana berkisar Rp25 juta lebih, bukan Rp5 juta. kami punya buktinya,” ungkapnya.

Dirut PT 722 juga menjelaskan, sebenarnya Syahrul Siregar bukan lagi karyawan PT 722 Internasional. Tiga minggu sebelum insiden tersebut, Syahrul sudah mengundurkan diri dari perusahaan, karena telah membuat kesalahan di perusahaan.

”Hanya saja karena tuntunan istrinya sehingga saat itu juga almarhum masuk lagi. Tetapi masuk kembalinya almarhum, juga tanpa sepengetahuan pihak perusahaan,” jelasnya.

Andi Abdul Karim juga membeberkan jika istri alhamrhum bernama Ramla juga sebelumnyab telah membuat pernyataan, bahwa tidak akan menuntut kepada pihak perusahaan di kemudian hari.

“Istri almarhum juga sudah membuat surat pernyataan bermaterai jika tidak akan menuntut kepihak perusahaan di kemudian hari,” katanya.

Reporter: A. Jamal

Komentar

BERITA PILIHAN