Prabowo Sebut BRICS Jadi Pilar Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Global

waktu baca 2 menit
Prabowo Sebut BRICS Jadi Pilar Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Global

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Presiden Prabowo Subianto menilai BRICS kini menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan harapan di tengah situasi geopolitik global yang dinamis dan penuh tantangan.

Hal itu disampaikan Presiden saat mengikuti BRICS Leaders Virtual Meeting dari kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (8/9/2025).

“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menghadiri pertemuan yang sangat penting ini. Indonesia memandang BRICS sebagai pilar yang sangat kuat bagi stabilitas dan harapan dalam situasi geopolitik internasional saat ini,” kata Prabowo.

Presiden menyoroti bahwa multilateralisme tengah menghadapi ujian serius, sementara dunia terus diliputi ketidakpastian, konflik, dan ketegangan global.

BRICS Jadi Kekuatan Strategis Global

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menekankan pentingnya posisi strategis BRICS yang kini mewakili lebih dari 55 persen populasi dunia dan menyumbang lebih dari 40 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global.

“BRICS memiliki ekonomi terbesar, populasi terbesar, pasar terbesar, serta negara-negara dengan sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itu, BRICS semakin muncul sebagai pilar kekuatan,” ujarnya.

Serukan Kolaborasi Global

Presiden menambahkan, di tengah ancaman global yang kompleks, seperti perubahan iklim, krisis pangan, hingga ketidaksetaraan ekonomi, BRICS memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang.

“Kita memang harus terus melanjutkan dan bekerja lebih erat bersama. Kita harus lebih sering berkonsultasi dengan satu sama lain,” tegas Prabowo.

Komitmen Indonesia untuk Keterlibatan Global

Melalui keikutsertaan aktif dalam forum BRICS, Indonesia, menurut Prabowo, menunjukkan komitmen untuk memperkuat solidaritas antarnegara dan mendorong kerja sama internasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Indonesia belum menjadi anggota tetap BRICS, namun partisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi ini mencerminkan keterlibatan strategis dalam isu-isu global dan diplomasi multilateral.