Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Revita Jadi Wakil Panglima TNI

waktu baca 2 menit
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Tandyo Budi Revita menjadi Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pelantikan digelar dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan di Pusat Pendidikan dan Latihan Khusus (Pusdiklatsus) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Batujajar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/8).

Jenderal Tandyo sebelumnya menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakil KSAD). Ia mengisi jabatan Wakil Panglima TNI yang telah kosong selama 25 tahun.

Dalam prosesi, Prabowo menyematkan tanda pangkat kepada Tandyo dan menyalaminya.

Sejumlah pejabat negara hadir dalam acara tersebut, antara lain Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sutan Najamudin, Menko PMK Pratikno, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Pembangunan Wilayah dan Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pemberdayaan Manusia Muhaimin Iskandar, Menteri ATR Nusron Wahid, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Mengenal Jenderal Tandyo

Jenderal Tandyo merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer 1991 dari kecabangan Infanteri (Kostrad). Pria kelahiran 21 Februari 1969 itu mulai menjabat Wakil KSAD sejak 21 Februari 2024.

Sebelum menduduki posisi tersebut, ia menjabat Panglima Kodam IV/Diponegoro. Tandyo juga pernah memegang sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kabadiklat Kemhan (2021–2023), Dirrah Komhan Ditjen Strahan Kemhan (2019–2021), Dir Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan (2018–2019), Paban III/Latgab Sops TNI (2018), Paban III/Sopsad (2017–2018), Danrem 142/Taroada Tarogau (2016), Danmentar Akmil (2015), Danrindam IX/Udayana (2015), dan Asops Kasdam VII/Wirabuana (2014).

Tandyo juga pernah menjadi Danbrigif Linud 17/Kujang I (2011–2012), Danyonif Linud 330/Tri Dharma (2011), hingga Dan Tim Khusus Combat Intelligence Yonif Linud 330/Tri Dharma pada 1995.