Posisi Strategis, Balai Benih Ikan Anggaberi Bakal Gantikan BBI Abelisawa
TRIASPOLITIKA.ID : KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe terus memantapkan langkah dalam pengembangan sektor perikanan dan ketahanan pangan melalui rencana pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) di Kecamatan Anggaberi. Infrastruktur tersebut dirancang sebagai pusat penyediaan benih ikan yang lebih modern dan strategis, menggantikan BBI lama di Abelisawa yang dinilai sudah tidak memenuhi standar.
Kegiatan seminar awal penyusunan studi kelayakan yang berlangsung di Aula Inspektorat Konawe, Senin (17/11), menjadi fase awal dari rangkaian proses pembangunan. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama Pemkab Konawe dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO). Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait turut dilibatkan untuk memastikan kajian dilakukan secara komprehensif.
Ketua Tenaga Ahli Studi Kelayakan, Dr. Ir. Muammar Makmur, S.T., M.Eng, menjelaskan bahwa penyusunan studi pendahuluan saat ini menjadi landasan penting sebelum pembangunan dimulai. “Studi ini mencakup aspek ekonomi, sosial, hingga lingkungan. Konawe secara geografis berada di posisi yang sangat strategis sehingga berpotensi menjadi sentra pangan, termasuk perikanan,” ujarnya.
Jika tahap studi kelayakan dinyatakan layak, proses akan dilanjutkan ke penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebelum masuk ke fase konstruksi.
Dinas Perikanan Konawe melalui Sahruddin, S.Pi., M.Si, menjelaskan bahwa pembangunan BBI baru di Anggaberi dilakukan karena kondisi BBI Abelisawa sudah tidak mendukung kegiatan pembenihan. Selain lebih strategis berada di tengah Kabupaten Konawe, Anggaberi juga mendapat suplai air yang stabil dari sistem irigasi Wawotobi dan Ameroro.
“Pelaku usaha perikanan tersebar di 28 kecamatan. Anggaberi dapat menjadi pusat pelayanan yang lebih efisien,” jelasnya. Ia menambahkan, lokasi ini juga memiliki potensi pengembangan sebagai kawasan edukasi dan area retensi air.
Kesiapan lahan menjadi salah satu capaian penting dalam proyek ini. Camat Anggaberi, Latif Surangga, SH, memastikan tidak ada kendala berarti dalam proses pembebasan lahan. “Alhamdulillah, lahannya sudah dibebaskan dan ganti rugi telah diberikan kepada pemiliknya,” katanya.
Hal senada disampaikan Lurah Anggaberi, Adnan, S.Sos, yang menyebut luas lahan yang disiapkan mencapai 2,3 hektare dan seluruh proses pembebasannya telah tuntas.
Dengan dukungan pemerintah daerah, kajian akademis dari UHO, serta penerimaan positif masyarakat Anggaberi, proyek pembangunan BBI ini diharapkan dapat segera direalisasikan.
Pemkab Konawe menargetkan fasilitas tersebut mampu menjadi pusat produksi benih ikan untuk memenuhi kebutuhan para pembudidaya sekaligus mendorong peningkatan ketahanan pangan daerah.







