Perwira Kapal Penangkap Ikan asal Baubau ditangkap Patroli Papua Nugini

waktu baca 2 menit

BAUBAU, TRIASPOLITIKA.ID – Lukman seorang mualim atau perwira kapal asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara ditangkap oleh patroli Angkatan Laut Papua Nugini pada Jumat 9 Juni 2023.

Lukman bersama kru kapal dari PT. Sentral Benoa Utama asal Denpasar Selatan, provinsi Bali, ditangkap petugas patroli Papua Nugini karena diduga memasuki perairan Papua Nugini.

Kabar ditangkapnya Lukman warga asal kelurahan Wameo, kecamatan Batupoaro, Baubau itu, sudah diketahui oleh keluarga beserta pemerintah setempat.

Kepala Kesbangpol kota Baubau Amaluddin yang dikonfirmasi Triaspolitika.id mengungkapkan, saat ini Lukman bersama ABK (Anak buah kapal) kini dalam status penguasaan oleh petugas patroli AL Papua Nugini.

“Informasi ditangkapnya salah seorang warga Wameo ini telah saya laporkan kepada bapak walikota Baubau. Bapa walikota juga sudah merespon untuk segera dilakukan upaya penanganan lanjut,” kata Amaluddin dihubungi lewat sambungan telepon pada Sabtu, (10/06/2023).

Anak Lukman bernama Cindi yang dikonfirmasi mengaku kaget setelah mendapat informasi dari pemerintah setempat.

Kata Cindi, ia juga sempat dihubungi oleh sang ayah terkait keberadaannya bersama beberapa ABK lainya.

Cindi mengaku diberitahu sang ayah jika seluruh alat komunikasi yang ada di kapal mereka ikut disita oleh tentara Papua Nugini.

“Jumat sore kemarin bapak sempat telepon saya pakai nomor baru. Tanya kabar keadaan kami dan memberikan kabar tentang penangkapan itu,” ungkap Cindi kepada Triaspolitika.id Sabtu, (10/6/2023).

Informasi yang berhasil dihimpun, Lukman merupakan seorang kapten kapal yang bekerja di sebuah perusahaan penangkap ikan milik PT. Sentral Benoa Utama asal Denpasar Selatan Bali.

Saat ditangkap, Lukman bertindak sebagai Mualim atau wakil kapten kapal pada KM Sanjaya 108 dengan nomor kapal 403.

Cindi mengaku hingga malam ini Minggu 11 Juni 2023 belum menerima kabar perkembangan informasi lanjut terkait keberadaan ayahnya bersama kru kapal lainya.

Sementara itu, pihak PT Sentral Benoa Utama belum juga menghubungi pihak keluarga atas nasib Lukman dan rekannya.

“Kami mohon bantuan dari pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti informasi ini agar Lukman dan rekan-rekannya dapat kembali kepada keluarga dalam keadaan sehat walafiat,” tandas Cindi.

Reporter : Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!