Persoalan Lahan APL di Sampolawa, GAS Busel Perketat Aspirasi Warga

waktu baca 2 menit
Rapat Bersama Pemerintah, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Lapola menyoal Pembangunan KUA dan Pemukiman Warga di Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan. Foto: Ist

BUTON SELATAN, TP – Kehadiran pengunjuk rasa dari Gerakan Aktivis Sosial (GAS) Buton Selatan (Busel) pada Selasa lalu (24/8/2021), terjawab sudah dengan hadirnya pertemuan antara Tokoh Agama, Tokoh Adat, Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Lapola saat Rapat dengan pihak Pemerintah. Selasa, (7/9/2021).

Ketua Koordinator Lapangan (Korlap) GAS BUSEL, Zamil, mengatakan waktu yang ditunggu-tunggu masyarakat akhirnya terjawab. Kata dia, ditandai dengan hadirnya Rapat Sosialisasi  demi merampungkan kesepakatan pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA).

Sebelum itu, GAS Busel sempat aksi demonstrasi yang berujung hearing di Kantor Kecamatan Sampolawa. Hal itu, menyoal titik lokasi pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) masuk kedalam wilayah yang berstatus Areal Peruntukan Lain (APL).

Ketua Koordinator Lapangan (Korlap) GAS BUSEL, Zamil, mengatakan saat itu dirinya menyaksikan hasil hearing itu, dimana Pemerintah Kecamatan Sampolawa bakal turun ke masyarakat guna mendengarkan segala bentuk aspirasi warganya.

“Kami sangat mengapresiasi tindak lanjut Pemerintah Kecamatan Sampolawa, kami menilai tindakan Pemerintah ini tanggap atas aspirasi masyarakat,” ungkapnya.

Rapat tersebut ikut dihadiri, Kepala KUA Kecamatan Sampolawa, Lurah Todombulu, dan Babinsa Kelurahan Todombulu.

Zamil menambahkan, sekiranya jangan hanya infratrukstur publik sebagai prioritas utama, tapi patut pertimbangan khususnya bagi masyarakat setempat, terutama bagaimana dengan keseriusan pemerintah soal pemukiman masyarakat yang masih belum memiliki lahan.

“Apabila pemukiman masyarakat belum berdiri maka jangan berharap Kantor Urusan Agama ini bisa berdiri dengan seenaknya,” tegas dia saat rapat.

Lanjut, “Kami tidak ada niat menghalangi pembangunan KUA, tapi pertimbangannya bagaimana dengan nasib warga yang belum memiliki rumah, itu poin kami,” imbuhnya.

Sebelum berakhir, Kepala Kampung Lapola sekaligus menyerahkan Kartu Keluarga (KK) Masyarakat yang berdomisili di Lingkungan Lapola kepada Lurah Todombulu yang selanjutnya diserahkan ke Camat Sampolawa.

Selain itu, Camat Sampolawa berjanji bakal mempertimbangkan aspirasi masyarakat tersebut pada rapat selanjutnya bersama seluruh Tokoh di Kecamatan Sampolawa.

“Semoga seluruh aspirasi masyarakat ini dapat terealisasi sesegera mungkin, kami tentu akan terus mengawal ini dengan serius,” harap Zamil.

Reporter: Atul W