Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Vale Tanam 2.000 Mangrove dan Restorasi Terumbu Karang di Malili

waktu baca 3 menit

SOROWAKO, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia perkuat komitmen keberlanjutan lewat kolaborasi dengan TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pemulihan ekosistem pesisir.

Sorowako, Media Indonesia — Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, menggelar aksi nyata pemulihan lingkungan dengan menanam 2.000 bibit mangrove dan melaksanakan restorasi terumbu karang serta lamun di kawasan pesisir Pasi-Pasi, Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi restorasi jangka panjang PT Vale yang menggandeng TNI Angkatan Laut (Lantamal VI Makassar), Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, organisasi konservasi, serta masyarakat sekitar.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bentuk konkret komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

“Kami tidak hanya menanam pohon, tetapi sedang menanam ketahanan untuk masa depan. Inilah wujud nyata pertambangan yang tidak hanya produktif, tetapi juga peduli terhadap lingkungan,” ujar Wakil Presiden Direktur dan Chief Operations & Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar. Ia didampingi Chief Human Capital Officer PT Vale, Adriansyah Chaniago.

Ekosistem Kritis

Berdasarkan kajian ekologis PT Vale tahun 2022, kondisi ekosistem pesisir di wilayah Malili menunjukkan urgensi pemulihan. Dari total 111 hektare wilayah laut, hanya sekitar 30,96 hektare terumbu karang dalam kondisi sehat. Sementara ekosistem lamun hanya tersisa 0,88 hektare dan hutan mangrove sekitar 647 hektare dengan kepadatan rendah.

“Ini adalah alarm peringatan. Jika ekosistem pesisir rusak, maka bukan hanya lingkungan yang terdampak, tetapi juga ekonomi masyarakat dan keberlanjutan kehidupan,” kata Direktur Hubungan Eksternal PT Vale, Endra Kusuma.

Mangrove sendiri dikenal sebagai penyerap karbon yang efisien, mampu menyerap karbon tiga hingga lima kali lebih banyak dibanding hutan tropis daratan. Selain itu, mangrove juga berperan penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi dan bencana alam.

Restorasi Bawah Laut

Selain penanaman mangrove, PT Vale juga melakukan restorasi bawah laut di kawasan Mangkasa Point dengan menurunkan 50 struktur transplantasi karang (spider) dan membangun 20 rumah karang (nursery).

Kegiatan ini melibatkan Sorowako Diving Club (SDC), TNI AL Lantamal VI Makassar, perwakilan Pemkab Luwu Timur, Yayasan Konservasi Cinta Laut Indonesia (YKCLI), dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar.

Seremoni penyerahan simbolik struktur restorasi dilakukan oleh Abu Ashar kepada tim lapangan yang bertanggung jawab atas monitoring dan perawatan jangka panjang.

Komitmen Berkelanjutan

Penanaman mangrove bukan hal baru bagi PT Vale. Pada peringatan Hari Ozon Sedunia, September tahun lalu, perusahaan telah menanam 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora aviculata di lokasi yang sama. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelepasan kepiting bakau sebagai bagian dari program Aksi Iklim.

Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Morowali, Masdin, menyampaikan apresiasinya. “PT Vale hadir bukan hanya sebagai pelaku industri, tetapi juga mitra strategis dalam menjaga lingkungan.

Komitmen ini menjadi motivasi bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap pesisir,” ujar Masdin.

Danlantamal VI Makassar, Brigjen TNI (Mar) Dr. Wahyudi, juga menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan bahwa pelestarian ekosistem pesisir juga merupakan bagian dari pertahanan negara.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara TNI, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan menjaga wilayah laut dan pesisir untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Kepala Desa Pasi-Pasi, Sofian Ibnu Hasim, SE, turut menyampaikan apresiasi atas manfaat langsung kegiatan ini bagi desa. “Ini langkah baik yang kami harap bisa terus dilanjutkan dan diperluas,” kata Sofian.

Industri Sebagai Solusi Iklim

PT Vale menegaskan bahwa restorasi lingkungan ini merupakan bagian integral dari penerapan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki ekosistem, tetapi juga membuka peluang penghidupan alternatif bagi masyarakat pesisir.

“Setiap mangrove yang tumbuh dan setiap terumbu karang yang pulih, adalah bukti bahwa industri dapat menjadi bagian dari solusi iklim,” tutup Abu Ashar.

Editor: Dekri