oleh

Peringatan HUT ke-17 Tahun Wakatobi, Arhawi: Hilangkan Ego Sektoral

WAKATOBI, TP – Bupati Wakatobi, H. Arhawi, memaparkan sejumlah capaian selama ia memimpin bersama wakilnya Ilmiati Daud pada upacara peringatan ulang tahun Kabupaten Wakatobi Ke-17 yang dilaksanakan secara sederhana namun khidmat, dan tetap menerapkan protokol Covid-19. Jumat (18/12/2020).

Arhawi mengatakan, momentum ulang tahun yang ke-17 tahun kabupaten Wakatobi ini harus menjadi pijakan dan refleksi perjalanan Kabupaten Wakatobi dari masa ke masa.

“Hari ini kita memasuki fase ketiga dari rencana pembangunan jangka panjang daerah,” ujar H. Arhawi.

Fase pertama kepemimpinan Hugua -Ediarto Rusmin (2006 – 2011) telah meletakan dasar pembangunan Kabupaten Wakatobi dengan memperkenalkan Wakatobi ke seluruh penjuru dunia sehingga Wakatobi dikenal di seantero bumi bahwa ada pulau unik di belahan bumi yang memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi,” ujar H. Arhawi.

Fase kedua kepemimpinan Ir. Hugua – H. Arhawi, SE.,MM (2011 – 2016) Wakatobi semakin menunjukan eksistensinya sebagai kabupaten yang menjadi Cagar Biosfer Bumi melalui legitimasi Unesco tahun 2012 sebagai bentuk pengakuan lembaga dunia terhadap kekayaan Biodiversity dan keunikan kawasan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Pada fase ini juga Kabupaten Wakatobi di tetapkan oleh Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo sebagai 10 Destinasi Prioritas Nasional atau dikenal program 10 Bali baru.

Fase ketiga kepemimpinan H. Arhawi – Ilmiati Daud, Pemerintah Kabupaten Wakatobi terus berbenah untuk memahami dan menterjemahkan makna perubahan, kita sedang dan terus berubah. Kami menyadari sepenuhnya bahwa pembangunan harus terintegrasi dari semua yang menjadi leading sektor, pariwisata, perikanan,  kelautan dan perdagangan antar pulau agar kita bisa memilah arah pembangunan dan cita -cita luhur mensejahterahkan masyarakat Wakatobi.

Pembangunan infrastruktur dasar menjadi solusi terpenting dalam rangka menguatkan posisi Wakatobi sebagai daerah otonom yang mendapat predikat sebagai Cagar Biosfer Bumi dan 10  Destinasi Prioritas.

“Pada fase ketiga pemerintahan kami hari ini, terlepas dari dinamika eksternal dan opini publik di media sosial, kami terus melakukan kerja-kerja kongkrit, beberapa indikator makro pembangunan Kabupaten Wakatobi dari tahun ke tahun menunjukan performa kinerja yang membaik, pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 6,60 persen meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 6,50 persen, angka kemiskinan berhasil diturunkan dari 14.84 persen tahun sebelumnya menjadi 14,75 persen pada tahun 2019,” ujarnya.

Lanjut kata H. Arhawi, indikator bidang pendidikan yakni angka rata-rata lama sekolah pada tahun 2019 meningkat sebesar 7,73 persen, dimana pada tahun sebelumnya hanya 7,72 persen. Dari aspek pelayan selama dua tahun terakhir dilakukan melalui pemberian, yakni beasiswa miskin, dalam kurun tahun 2017 – 2020 untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama sebanyak 8028 orang. Dan untuk beasiswa mahasiswa berprestasi dalam kurun tahun 2017 – 2020 sebanyak 1.941 orang.

“Pada tahun 2019, Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Wakatobi sebesar 68,99 poin meningkat 0,47 poin dari tahun sebelumnya dan Wakatobi menempati urutan ke-6 dari 17 Kabupaten/ Kota se- Sulawesi Tenggara. Angka harapan hidup pada tahun 2019 sebesar 70,13 tahun meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 68,17 tahun,” ungkapnya.

Sementara pembangunan infrastruktur jalan, jalan Propinsi tahun 2019 dengan pemantapan mencapai 100 persen, jalan Kabupaten dengan pemantapan 46,32 persen. Kemudian pada dua tahun terakhir kita mendapatkan program PHJD dari Pemerintah Pusat yang diprioritaskan untuk KSPN Wakatobi sepanjang 65 KM dan tahun 2021 akan dilanjutkan dengan target sepanjang 40,5 KM.

Disamping itu, pemerintah Kabupaten Wakatobi terus mengupayakan berbagai hal dalam percepatan dan mengakomodasi pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Wakatobi. Pada tahun ini kita telah mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dengan terbitnya keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor SK.425/MENLHK/SETJEN/LA.2/11/2020 tentang perubahan kawasan taman Nasional Wakatobi dan perairan laut di sekitarnya, di Kabupaten Wakatobi, provinsi Sulawesi Tenggara seluas 1.320.987 HA.

Lanjut kata H. Arhawi, perjalanan 17 tahun kita ber-wakatobi semakin memantaskan diri bahwa kita mampu menjadi Kabupaten Wakatobi menuju Biodiversity Bumi tahun 2026. Sebagai generasi penerus, mari kita jadikan sejarah sebagai sebuah untaian peristiwa penuh makna dan hikmah, lalu dari sejarah kehidupan pemerintahan dan pembangunan Wakatobi selama ini, kita bisa memetik pembelajaran bahwa setiap generasi kepemimpinan memiliki warna dan dinamika tersendiri sesuai era dan zamannya.

Kepemimpinan kedepan harus mampu mengakselerasi tujuan pembangunan sebagaimana yang tertuang dalam RPJPD kita 20 tahun menuju fase keempat kita ber-wakatobi.

“Hilangkan ego sektoral yang berimplikasi pada terhambatnya pembangunan yang sudah direncanakan, terus dan lanjutkan pembangunan yang sudah digalakkan sebagai manifesto dari perencanaan pembangunan berkesinambungan, agar tidak terjadi distorsi kepemimpinan dalam upaya mempercepat pembangunan daerah. Kepada pendahulu dan para pendiri Kabupaten Wakatobi, dengan hormat kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas jasa dan pengabdian terbaik kepada Kabupaten Wakatobi yang sama-sama kita cintai dan banggakan. Semoga Wakatobi menjadi harapan bersama menuju masyarakat yang sejahtera dan mandiri,” tukasnya.

Dalam perayaan HUT Wakatobi ke 17 tahun ini, pemda menggelar doa tolak bala di kantor bupati. Doa tersebut diadakan agar Wakatobi terhindar dari segala macam bala serta peringatan HUT Wakatobi di tahun 2020 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya akibat dari Covid-19.

Reporter: Surfianto

Komentar

BERITA PILIHAN