Penjual Es Dawet di Kendari Diserbu Massa, Saat Demo Tolak Tiga Periode Presiden

waktu baca 2 menit
Penjual Es Dawet di Kendari Diserbu Massa, saat Demo Tolak Tiga Periode Presiden.(Ahmad/Triaspolitika.id)

KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – Siapa sangka, dibalik ramainya aksi unjuk rasa penolakan wacana perpanjangan masa jabatan Presiden tiga periode di depan gedung DPRD Sultra Senin, (11/4/2022) justru membuat pedagang kaki lima  meraup untung.

Hendra salah satunya. Seorang pedangang es dawet itu mengaku, dagangannya laris diserbu para penggunjuk rasa.

Hendra mengaku sengaja berdagang es dawet disekitar kerumunan masa. Ia sudah memprediksi jika dagangannya bisa laku meski ditengah bulan Ramadhan.

“Sebenarnya saya jual sore hari dengan berkeliling. Tapi karena melihat banyak orang demo, jadi sengaja saya jualan. Karena pasti sebagian pendemo ada yang tidak berpuasa,” kata Hendra pada Triaspolitika.id.

Kata Hendra penggunjuk rasa pasti kehausan saat melakukan aksi, apa lagi ditengah terik mata hari.

”Saya sengaja menjual karena melihat banyaknya mahasiswa yang unjuk rasa, tentu mereka akan merasa kehausan dibalik teriknya matahari,” katanya.

Dikatakan Hendra, ia menjual es dawet dengan harga lima ribu rupiah per gelasnya. Tidak heran, dengan harga yang begitu murah, dagangannya pun habis terjual di lokasi unjuk rasa mahasiswa.

Hendra merasa bersyukur karena mendapatkan keuntungan di bulah suci ramadhan. Apa lagi kata dia, keuntungan didapat dimasa pandemi saat ini. “Saya merasa bersyukur karena adanya demo ini, saya untung,” tuturnya.

Sebelumnya diketahui, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Kendari menggelar unjuk rasa di halaman kantor DPRD Kolaka.

Massa menuntut kenaikan harga sembako, BBM serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN), selain itu massa juga menolak perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode.

Reporter: Ahmad

error: Content is protected !!