Pemdes Walay Ancam Ganti KPM Penerima BLT DD Jika Digunakan untuk Foya-foya

waktu baca 2 menit
Bendahara desa walay saat menyerahkan bantuan BLT DD ke salah satu KPM.(Utha/Triaspolitika.id)

KONAWE, TRIASPOLITIK.ID – Pemerintah Desa Walay, Kecamatan Abuki, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap I Tahun Anggaran 2022 ke warga desa Walay akibat dampak Coronavirus Disease (COVID-19).

Penyaluran BLT DD diserahkan langsung oleh Kades Walay Abidin kepada 74 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Balai Desa setempat yang disaksikan langsung Sekcam Abuki Dermawan serta Kapolsek Abuki AKP M.A Ismanto.

Sebelum menyalurkan bantuan tersebut, penerima wajib menunjukan kartu vaksinasi Covid-19 ke petugas vaksinator yang telah stay di tempat tersebut, hal itu sebagai cara mempercepat vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Konawe.

Kepala Desa Walay, Abidin mengatakan, penyerahan BLT DD ke 74 KPM tersebut diprioritaskan kepada warga lanjut usia (Lansia) para janda serta beberapa warga kurang mampu.

Mereka penerima bantuan telah di evaluasi untuk memastikan yang bersangkutan belum menerima bantuan pemerintah baik BPNT, PKH dan bantuan lain pemerintah.

“Pemerintah kembali mengucurkan 40 persen dana BLT-DD. KPM menerima Rp. 3,6 juta selama satu tahun, tehnis penyaluran nya per triwulan sebesar 900 ribu untuk 74 KK, saya sampaikan agar di manfaatkan sebaik-baiknya untuk biaya hidup,” kata Abidin.

Di hadapan warga, Ia menegaskan uang tersebut di gunakan sesuai perencanaan nya. Ia juga mengancam akan mengganti KPM yang kedapatan menggunakan bantuan tersebut untuk berfoya-foya.

Untuk itu Pemdes Walay akan melakukan evaluasi tiap enam bulan sekali untuk memastikan penerima BLT DD masih layak mendapat bantuan tersebut.

“Jika ada warga yang menyalah gunakan BLT DD seperti di gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat maka pemdes Walay akan mengganti si penerima itu dengan warga yang lebih membutuhkan,” tegas Abidin.

Selain penyaluran BLT DD, pemdes Walay juga sekaligus melaksanakan pembenahan irigasi persawahan sepanjang 850 meter dan perbaikan sejumlah duecker.

” Untuk fisik pemdes walay akan lakukan pembenahan saluran irigasi pertanian, panjangnya sekitar 850 meter untuk tahap I ini dan pekerjaan lanjutan dueker,” ungkap Abidin.

Reporter: Utha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *