oleh

Oknum Purnawirawan TNI Ngamuk di Rumah Bendum DPP KNPI

KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – Seorang oknum purnawirawan TNI diduga mengamuk di kediaman Bendahara umum (Bendum) DPP KNPI, La Ode Umar Bonte yang terletak di Jalan Poros Raha-Tampo, Desa Bonea, Kecamatan Lasalepa, Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis, (11/11/2021).

Saat mengamuk, oknum pensiunan TNI berinisial LD (57) itu, juga diduga memukul salah seorang dengan menggunakan besi pipa, kemudian menghancurkan beberapa properti rumah milik Umar Bonte.

Umar Bonte yang mengetahui hal itu, sontak mengecam tindakan oknum tersebut. Tidak main-main, UB sapaan akrab sang pemilik rumah, kemudian mengunggah video yang sempat direkam warga sekitar.

Melalui akun media sosialnya UB berbalik mengancam tindakan oknum tersebut, dengan menuliskan nada ancaman jika dirinya bakal menelan hidup-hidup oknum yang telah mengamuk di kediamannya.

”Ada Oknum pensiunan TNI Ngamuk Hebat di Rumah Mama saya. Jago sekali. Tentara apa ini? Sudah Pensiun atau Sudah Gila ini Orang? Dia tdk tau kalau saya dapat saya bisa makan hidup hidup ini orang sudah ganggu mamaku Belaeeeeeeee,” tulis Umar Bonte melalui akun media sosial fecebook nya.

Untuk memasitikan kejadian tersebut UB yang berada di Ibu Kota Jakarta langsung terbang menuju Kendari. Kata UB, ia khawatir terhadap kedua orang tuanya yang sedang berada di rumah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

“Untungnya, mamaku saat itu sedang berada di Masjid belakang rumah. Karena dia setelah solat subuh sampai dhuha berdiam di masjid. Sedangkan bapak ku, tiap pagi pasti jalan-jalan untuk olahraga,” kata UB kepada media saat ditemui di Kendari, Kamis (11/11/2021) malam.

Kata UB purnawirawan itu juga memukul buruh bangunan yang bekerja di rumah orang tuanya, yang sedang membangun masjid di belakang rumah.

Lebih lanjut UB menyebut buruh yang bekerja di rumahnya yaitu La Maisa (49). Buruh tersebut dipukul oleh LD menggunakan besi sebanyak dua kali pada bagian tangan kiri dan pinggangnya. Atas kejadian tersebut kata dia, Maisa langsung melapor ke kantor polisi.

”Siangnya oknum tersebut langsung diamankan di Polres Muna dengan tuduhan penganiayaan dan pengrusakan, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/ B / 246 /XI /2021/ SPKT /RES MUNA /POLDA SUTRA,” terang Umar Bonte.

Peristiwa itu juga membuat kerabat UB dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bereaksi. Mereka meminta Polda Sulawesi Tenggara menuntaskan proses hukum terhadap tindakan kriminal yang dilakukan oknum tersebut.

Menurut mereka, tindak kriminal tidak dibenarkan dalam hal apapun di masyarakat. Apalagi ini menimpa tokoh nasional yang menjadi simbol bagi pemuda Sultra.

“Kami berharap tindakan seperti ini tidak dibiarkan terjadi kepada siapapun. Kepolisian harus memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di Sulawesi Tenggara. Kata dia, apapun kondisinya warga harus merasa aman,” ujar La Munduru, Ketua Bidang Advokasi KNPI Sultra, usai silaturahim ke Direktur Reskrimum Polda Sultra bersama jajaran pengurus KNPI Sultra lainnya, Jumat (12/11/2021) siang.

Sementara itu, Wasekjen DPP KNPI Hendrawan menilai, apapun masalah diantara keluarga UB dengan oknum, seharusnya diselesaikan dengan musyawarah atau kekeluargaan.

Kata dia, jika sudah melakukan tindak kriminal apalagi melakukan penganiayaan dan pengrusakan di dalam rumah merupakan tindak pidana yang tidak boleh dibiarkan. Sebab, telah mengancam nyawa dan ketentraman hidup bermasyarakat.

Hendrawan juga menyebut oknum tersebut mengamuk disebabkan masjid yang dibangun UB di belakang rumahnya telah menutup akses cepat ke kebun miliknya.

Sehingga oknum tersebut tidak bisa lagi melalui jalan singkat itu. Oknum itu juga menyebut tanah tempat dibangunnya masjid bukan milik orang tua UB.

“Dia datang dalam keadaan sudah mabuk, mengamuk dan mengeluarkan kata kasar. Membuat panik juga tersinggung pihak keluarga dan tetangga. Kepala tukang dipukuli, meja, dispenser dirusaki dalam rumah,” terang Hendra yang merupakan sahabat UB sejak sebelum menjabat anggota DPRD Kota Kendari.

Direktur Kriminal Umum Polda Sultra, AKBP Bambang Wijanarko mengaku akan mengawal perkembangan kasus tersebut. Ia juga memastikan Polres akan berkoordinasi dengan Kodim setempat, agar tidak berimbas pada hal lain.

“Saya telah menerima kehadiran saudara-saudara saya dari KNPI Sultra guna silaturahmi sekaligus menyampaikan adanya tindak pidana penganiayaan serta pengrusakan terhadap salah satu tokoh KNPI,” kata Bambang.

Kata dia, pelaku penganiayaan masih dikembangkan, tersangkanya baru satu orang yang merupakan pensiunan TNI. “Kami juga akan terus memonitor serta mengawal agar penyelidikan kasus ini cepat terselesaikan dan tuntas,” terangnya.(*)

Komentar

BERITA PILIHAN