Oknum ASN Diduga Selingkuh, Terciduk Istri Sah

waktu baca 4 menit
Ilustrasi terciduk selingkuh. Foto: Net

WAKATOBI, TRIASPOLITIKA.ID – Telah terjadi dugaan perselingkuhan yang dilakukan oknum ASN inisial SF dan oknum guru Honoror inisial WH di kecamatan Tomia Timur, kabupaten Wakatobi, provinsi Sulawesi Tenggara pada Minggu (12/12/2021) dini hari.

YT mengatakan “kronologi kejadian, Minggu, 12 Desember 2021, tengah malam sekitar pukul 24.30 wita, saya minta diantar oleh keluarga saya menuju kecamatan Tomia Timur untuk melabrak suami saya inisial SF yang saya tahu malam itu sedang diduga “Asyik” berselingkuh dengan perempuan berinisial WH salah satu oknum guru honorer disalah satu SD di kecamatan Tomia Timur,” ujar YT kepada Triaspolitika.id pada Jumat (17/12/2021).

Lanjut kata dia, setelah mendobrak pintu saya melihat langsung kedua pelaku sedang “Asyik” di salah satu kamar di rumah tersebut. Spontan pelaku perselingkuhan ini tersentak dan SF lari ke kamar mandi dengan hanya menggunakan CD dan perempuan WH lari ke salah satu kamar tanpa CD.

“Sebagai istri sah tentu saja saya mengejar SF ke kamar mandi dan melakukan pemukulan secara spontan pada bagian muka. Saat itu saya tidak berpikir panjang, karena emosi telah menguasai pikiran sehat saya memergoki suami sedang “bermain” bersama perempuan lain,” kata YT.

“Jadi tidak benar bahwa yang melakukan penganiayaan adalah salah satu oknum polisi yang bertugas di kecamatan Tomia Induk, karena tidak ada satu pun oknum polisi saat terjadi pemukulan malam itu. Juga tidak ada pelaku pemukulan dari pihak lain kecuali saya sendiri sebagai istri sah dari SF. Kejadian yang benar adalah setelah pemukulan malam itu, ada pihak kepolisian dari kecamatan Tomia Timur yang dihubungi oleh keluarga saya untuk menjemput SF agar diamankan malam itu di kantor Polsek Tomia Timur,” tambahnya.

Ditambahkan YT, berita ini diduga diblender oleh oknum TNI yang bertugas di kecamatan Tomia berinisial AN.

“Saya mengetahui hal ini, setelah ada laporan dari beberapa keluarga saya yang mengaku didatangi oleh oknum TNI berinisial AN dan SH dan menginterogasi keluarga saya supaya mengakui bahwa ada orang lain selain saya yang memukuli suami saya SF malam itu. Juga penekanan agar mengakui bahwa saya menggunakan preman bayaran, sementara yang saya bawa malam itu untuk temani saya, semuanya murni keluarga dari pihak bapak dan mama saya. Saya seorang perempuan, yang akan melalukan perjalanan di tengah malam buta dalam jarak beberapa kilometer, tentu saya harus berpikir jernih untuk minta ditemani demi mengantisipasi keselamatan nyawa saya,” ungkapnya.

Atas tindakan oknum TNI ini membuat saya sebagai warga negara yang berhak mendapatkan kenyamanan dalam proses hukum tidak menerima, karena kapasitas oknum TNI ini sebagai apa. Sejak pemukulan malam itu, kasus ini telah diserahkan ke pihak berwajib yaitu ke Polsek Tomia Timur untuk ditindaklanjuti. Siapa pun tidak berhak membuat gerakan tambahan di mana oknum TNI ini juga telah memobilisasi masyarakat untuk berkumpul di depan Kantor Polsek Tomia Timur pada hari kedua kejadian pemukulan. Sementara masih dalam proses pemeriksaan para saksi dari keluarga saya di Kantor Polsek Tomia Timur.

“Dan lagi-lagi ini membuat keluarga saya tidak nyaman dan saya sebagai warga negara atau masyarkat keberatan atas tindakan oknum TNI tersebut. Biarkanlah hukum yang menjawab, karena kasus ini sedang diproses oleh pihak yang berwewenang,” imbuhnya.

Sementara itu, Oknum TNI inisial Serka SH dan AN membantah apa yang di sampaikan oleh YT terkait keterlibatan Oknum TNI adalah tidak benar adanya.

Munurut Serka SH, apa yang disampaikan oleh YT terkait keterlibatan oknum TNI dalam memobilisasi massa itu tidak benar.

“Yang sebenarnya itu mas, saya hanya halau massa agar tidak brutal itu yang saya takutkan. Disitu ada beberapa anggota TNI, Kehadiran kami hanya mengontrol jangan sampai ada masyarakat yang brutal karena disitu semua warga kami semua, hanya mungkin mereka melihat karena ada saya disitu mereka pikir saya memobilisasi massa padahal tidak. Saya nyatakan itu tidak dan itu perbuatan dosa,” kata Serka SH kepada Triaspolitika.id pada Jumat (17/12/2021).

Reporter: Anto