Nurhayati Datangi Dinas PUPR dan BKPSDM Wakatobi Guna Mempertanyakan Progres Penanganan Kasus Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN

waktu baca 2 menit
Nurhayati. Foto: Istimewa

WAKATOBI, TRIASPOLITIKA.ID – Nurhayati seorang perempuan asal pulau Tomia, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, mendatangi Kantor PUPR Wakatobi dan Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Senin (7/2/2022) guna mengecek sudah sejauh mana progres penanganan kasus dugaan disiplin ASN terkait Nikah Sirih oknum ASN.

Kedatangannya untuk menanyakan progres penanganan yang iya laporkan kemarin.

Menurut Nurhayati, kata kepala Dinas PUPR Wakatobi, pihaknya sedang membuat tim.

“Kami sedang membuat tim untuk segera menyelesaikan kasus ini,” kata Nurhayati mengutip peryataan Kadis PUPR Wakatobi.

Lanjut nurhayati mengutip peryataan Kadis PUPR Wakatobi, beberapa dinas terkait sedang kami koordinasikan, termasuk kami telah mengirim surat kepada Camat Tomia Timur, karena sebagai atasannya Safiun sekarang.

“Saya sebagai Kadisnya selama di sini saya tetap masuk dalam penanganan masalah ini. Kita usahakan tim gabungan ini segera terbentuk. Masalah ini kami kerja dan koordinasikan terus, semoga cepat kita selesaikan,” ujar Nurhayati mengutip kata Kadis PUPR Wakatobi.

Lanjut kata Nurhayati mengutip apa yang disampaikan oleh Kepala Bidang Mutasi BKPSDM Wakatobi, menjawab surat pengaduan ibu tanggal 25 Januari 2022, kasus ini kami dalami dan kerjakan terus, untuk perempuannya nanti melalui koordinasi tim penyidik, apakah akan diberhentikan kelanjutan pemberkasannya sebagai ASN PPPK atau diproses pemberhentian setelah keluar NIP.

“Itu semua akan kita kaji bersama tim. Kalau mau lebih jelasnya nanti tanyakan langsung kepada kepala badan. Ini sudah ditangani langsung oleh beliau. Namun, hari ini beliau masih ada urusan jadi saya menjawab progres kasus ini,” ungkap Nurhayati mengutip peryataan Kepala Bidang Mutasi BKPSDM Wakatobi.

Nurhayati berharap para penentu kebijakan yang akan tergabung dalam tim sidang kode etik segera menyelesaikan kasus ini.

“Sebagai seorang perempuan juga istri berharap mendapat kepastian hukum dengan segera. Lagi pula ini menjadi perhatian seluruh eleman masyarakat di Wakatobi karena dianggap unik sebagai kasus pertama pelanggaran kode etik ASN. Penghargaan istri dan simbol ibu di bumi barakati Wakatobi adalah nilai dasar kehormatan dan martabat perempuan,” ungkap Nurhayati, pada Kamis (10/2/2022).

Nurhayati menambahkan, bahwa pihaknya akan kembali menanyakan progresnya sampai selesai.

“Saya akan menanyakan kembali progresnya setelah informasi ini. Saya pun akan menyurat ke DPRD Kabupaten Wakatobi untuk hal ini agar komisi yang manangani kasus ini terus mengontrol progresnya,” pungkasnya.

Reporter: Anto

error: Content is protected !!