MIND ID Apresiasi Tata Kelola dan Progres Hilirisasi Nikel PT Vale di Pomalaa

waktu baca 3 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam menjaga keberlanjutan pengembangan proyek hilirisasi nikel di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus menunjukkan kemajuan nyata.

Hal itu tercermin dari penerapan tata kelola yang disiplin, terukur, dan berorientasi jangka panjang dalam pembangunan fasilitas hilirisasi yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional.

Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral Mining Industry Indonesia (MIND ID), Tedy Badrujaman, mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek PT Vale saat melakukan kunjungan langsung ke kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP).

Dalam kunjungan tersebut, Tedy meninjau Port Kolaka Nickel Indonesia (KNI) serta area pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pomalaa.

Sejumlah fasilitas utama dan infrastruktur pendukung proyek telah berdiri dan terpasang, mulai dari struktur awal proses, utilitas pendukung, hingga sistem logistik yang terintegrasi dengan pelabuhan. Capaian tersebut mencerminkan kesiapan teknis proyek untuk melanjutkan tahapan pengembangan berikutnya secara bertanggung jawab.

“Saya cukup surprise melihat perkembangan pembangunan pabrik HPAL ini. Beberapa bulan lalu progresnya belum terlihat signifikan, sekarang sudah berdiri beberapa peralatan. Dalam waktu kurang dari setahun, progresnya sudah mendekati setengah,” ujar Tedy.

Menurutnya, proyek HPAL PT Vale di Pomalaa memiliki nilai strategis bagi Indonesia, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan bijih nikel limonite yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari sisi kesiapan peralatan serta kualitas kemitraan yang dibangun, proyek tersebut dinilai telah dirancang dengan perencanaan yang matang dan terstruktur.

“PT Vale memiliki cadangan nikel yang sangat besar, terutama limonite. Dari sisi peralatan dan mitra, saya melihat persiapannya sangat baik. Saya optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target,” tambahnya.

Selain meninjau progres fisik proyek, Tedy juga mengapresiasi konsistensi PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik (good mining practices) serta disiplin dalam mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

Pendekatan kehati-hatian yang diterapkan, termasuk pengelolaan aktivitas secara terukur pada fase administratif, dinilai mencerminkan tata kelola perusahaan yang kuat dan bertanggung jawab.

“PT Vale dikenal konsisten menerapkan praktik pertambangan yang baik. Kepatuhan terhadap aturan, termasuk penghentian sementara kegiatan saat perizinan belum lengkap, merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Proyek hilirisasi nikel di IGP Pomalaa merupakan investasi strategis jangka panjang yang dirancang untuk menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat rantai pasok industri berbasis nikel, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat regional maupun nasional. Seluruh tahapan

pengembangan proyek dijalankan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta standar keselamatan dan tata kelola internasional.

Ke depan, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan proyek, kepatuhan administratif, dan disiplin manajemen risiko sebagai bagian dari upaya membangun industri nikel nasional yang berdaya saing global dan berkelanjutan.