oleh

Mertua di Kolaka Bunuh Menantunya: Ini Keterangan Bapak Kos Korban

KOLAKA, TP – Pembunuhan seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terjadi pada Jumat 9 Oktober kemarin, memuai tanda tanya.

Banyak yang beralibi tewasnya seorang menantu dari tangan mertuanya sendiri tidak semata-mata bermotif perlawanan sang menantu saat hendak diberikan pemahaman oleh mertuanya.

Pihak kepolisian pun masih mendalami kasus tersebut. Saat ini, polisi baru menerima keterangan dari pada pelaku.

Dari hasil keterangan yang dihimpun triaspolitika.id di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku memang kerap mengunjungi korban di kamar kosnya.

Tetangga korban pun tidak mengetahui apa tujuan pelaku kerap ke kamar kos korban.

Pemilik kamar kos, Herman, yang ditemui mengatakan, pelaku memang kerap kali ke kamar kos korban. Ia juga belum mengetahui apa alasan sang mertua tegah menganiaya korban yang merupakan menantunya sendiri.

Pada saat peristiwa kejadian, Herman mengaku ia dalam keadaan tertidur di rumahnya yang tidak jauh dari TKP.

“Saya juga baru tahu, setelah salah seorang warga menyampaikan, bahwa anak kosnya saya (korban red) sementara bertengkar hebat dalam kamar kos dengan keadaan pintu terkunci dari dalam,” jelasnya.

Ia pun keluar dari rumahnya kemudian mengetuk pintu kamar kos. Saat mengetuk pintu kamar, korban dan pelaku berada didalam kamar kos dalam keadaan terkunci.

“Saya akhirnya menuju ke Polsek Watubangga untuk melaporkan kejadian tersebut,” jelasnya.

Tidak lama kemudian Herman bersama anggota Polsek Watubangga tiba ke TKP. Namun sayang, saat Polisi tiba di TKP korban sudah berada di teras kos dalam keadaan bersimbah darah tak bernyawa.

Polisi pun langsung mengamankan korban ke Polsek Watubangga. Antisipasi serangan dari keluarga korban, Polisi akhirnya langsung mengantar pelaku ke Polres Kolaka untuk dilakukan pemeriksaan.

Saat ini Pelaku beserta suami dari korban berada di Polres Kolaka untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, Korban yang dibawa ke Puskesmas Watubangga langsung diantar keesokan harinya ke kampung halamannya di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Reporter: A. Jamal

Komentar

HUKUM KRIMINAL