Makam Lelulur Dijadikan Jeti Tambang, Ormas Tamalaki Demo DPRD Kolut

waktu baca 2 menit
Ratusan massa dari 10 Organisasi Masyarakat Tamalaki Sultra, demonstrasi di depan Kantor DPRD Kolaka Utara (Kolut), Kamis (15/7/2021).Fyan/Triaspolitika.id

KOLUT, TP – Ratusan massa dari 10 Organisasi Masyarakat (Ormas) Tamalaki Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar demonstrasi di depan Kantor DPRD Kolaka Utara (Kolut), Kamis (15/7/2021).

Masa berdemonstrasi akibat makam leluhur dari suku Tolaki diduga tergusur akibat aktivitas perusahaan tambang Riota Jaya Lestari (RJL) di Tanjung Watalaki di Desa Sulaho.

Ketua Tamalaki Patowonua Kolut, Mansiral Usman dalam orasinya mengatakan, aksi yang dilakukan merupakan buntut dari makam leluhur dari suku Tolaki yang dijadikan jeti oleh perusahaan Tambang.

Menurut lelaki sapaan Luis itu, tindakan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut telah melukai hati masyarakat, khususnya masyarakat suku asli pribumi yang mendiami Sultra.

“Kami hanya meminta kepada perusahaan tersebut bertanggung jawab dan menghentikan sementara aktivitas pertambangan,” tegas Mansiral Usman.

Sementara, ketua Tamalaki Wonua Ndolaki, Ahmad Baso mengecam keras tindakan yang dilakukan RJL tersebut. Ia hanya meminta agar kasus tersebut diusut tuntas karena menyangkut leluhur suku Tolaki.

“Kami jauh-jauh datang dari Kendari karena persoalan ini. Ini menyangkut leluhur kami. Mereka seakan-akan tidak menghargai Kami. Seharusnya perusahaan sebelum melakukan aktivitas bertanya dulu atau sosialisasi apakah disitu ada benda peninggalan leluhur,” ungkap Ahmad Baso.

Ahmad Baso hanya meminta kepada DPRD Kolut untuk segera mengusut atau perlu aktivitas perusahaan tersebut dihentikan.

Ratusan massa dari 10 Organisasi Masyarakat Tamalaki Sultra, demonstrasi di depan Kantor DPRD Kolaka Utara (Kolut), Kamis (15/7/2021).|Fyan/Triaspolitika.id

“Kami juga akan laporkan perusahaan RJL ini soal legalitasnya yang diduga belum lengkap,” tegas Ahmad Baso.

Pantauan Triaspolitika.id, aksi demontrasi ormas Tamalaki sempat diwarnai bentrokan antara massa dengan pihak kepolisian yang berjaga.

Bentrokan dipicu saat massa aksi ingin meransek masuk kedalam gedung DPRD namun dihalau oleh pihak keamanan.

Bentrokan pecah setelah pihak kepolisian menyeprotkan air dari mobil water conan. Sementara itu dari pihak massa melempari polisi dengan batu dan dibalas dengan tembakan gas air mata oleh pihak kepolisian.

Dalam bentrokan tersebut, dua anggota polisi mengalami luka cedera hingga dilarikan ke rumah sakit untuk penagangan.

Semetara petinggi Ormas Tamalaki meminta para massa menarik diri dari bentrokan agar tidak menimbulkan banyak korban jiwa.

Reporter : Fyan