Makam Dibongkar, Dokter Forensik Membawa Beberapa Organ Tubuh Amis untuk Uji Lab

waktu baca 2 menit
Warga saat membantu mengali Makam Amis.(Bensar/triaspolitika.id)

MUNA, TRIASPOLITIKA.ID – Aparat kepolisian membongkar Makam Amis (43), warga asal Lorong Kancil, Kelurahan Watonea, Kecamatan Katobu, Muna, Sulawesi Tenggara, Sabtu (07/5/2022).

Pembongkaran makam Amis merupakan permintaan dari keluarga almarhum, yang masih tidak menerima atas meninggalnya Amis, usai ditahan di Polres Muna.

Pembongkaran makam Amis dikawal ketat dari pihak kepolisian. Makam Amis dibongkar untuk kepentingan autopsi dari dokter ahli forensik independen asal Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Autopsi jenazah Amis dilakukan oleh dokter ahli forensik dari UHO Kendari dr. Raja Alfatih Widya Iswara MH (Kes), Sp.FM bersama Biddokes Polda Sutra dan RS Bhayangkara. Autopsi dilakukan sejak pukul 13.14 hingga 17.12 di tempat penguburan umum (TPU) Warangga, Muna.

Dokter Ahli Forensik UHO Kendari, dr. Raja Alfatih Widya Iswara mengatakan, setelah usai autopsi, pihaknya tinggal menunggu hasil dari laboratorium Makassar.

Dokter Forensik Membawa Beberapa Organ Tubuh Amis untuk Utopsi.(Bensar/triaspolitika.id)

“Belum bisa diindikasikan kalau ada tanda tanda kekerasan, hasil pemeriksaan paling lama dua minggu. Kemudian hasilnya nanti akan diserahkan ke Polres Muna,” ujar Raja Alfatih.

Kata dia, ada beberapa organ tubuh korban yang diambil saat autopsi dilakukan. Organ tubuh tersebut akan dijadikan sampel. “Organ tubuh yang diambil yaitu hati dan lambung,” imbuhnya.

Kapolres Muna, AKBP Mulkaifin melalui Kasat Reskrim, Iptu Astaman Rifaldy Saputra mengatakan, setelah dilakukan autopsi dokter belum biasa menyampaikan karena hal tersebut merupakan rahasia dari medis.

“Kami tinggal menunggu hasil nanti, yang akan diterbitkan secara resmi,” kata Iptu Astaman Rifaldy Saputra.

Sementara itu, Alfan keluarga korban berharap hasil autopsi secara independensi dilakukan tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

“Kami berharap secepatnya hasil autopsi keluar, agar ada kepentingan penyelidikan dan penyidikan untuk keperluan pembuktian,” ujar dia.

Sebelumnya, Amis ditangkap oleh Satuan Reserse kriminal Polres Muna pada Selasa 3 Mei 2022 pukul 20.00 Wita, usai pihak Kepolisian mendapat aduan dari masyarakat jika almarhum mengamuk dirumah salah satu warga.

Saat diamankan, Amis sedang tertidur dalam keadaan mabuk dirumah warga dan memiliki barang bukti (BB) sebilah badik. Kemudian Amis digiring ke mako Polres Muna untuk dilakukan introgasi.

Namun pada Rabu 4 Mei 2022 pukul 08.30 Wita, Amis kemudian dilarikan di RSUD dr. Baharuddin dan dinyatakan meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan.

Reporter: Bensar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!