LKP Se-Sultra Bersama Himapikani dalam Memperingati HNN mengadakan Kegiatan Ekspedisi Hijau

waktu baca 2 menit
Kiri, Korwil VI Himapikani, Alim Amri Nusantara. Kanan, Kordinator DPW Himapikani, Hasim. Foto: Irma/Triaspolitika.id

KENDARI, TP – Hari Nelayan Nasional diperingati sebagai bentuk mengapresiasi jasa para nelayan Indonesia dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein dan gizi bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Bertepatan hari ini, Selasa (6/4/2021) merupakan hari nelayan Nasional Indonesia yang ke 61.

Maka lewat kesempatan ini kami dari himpunan mahasiswa Perikanan Indonesia (HIMAPIKANI Wilayah VI) melalui Kordinator wilayah VI Alim Amri Nusantara menyebutkan, bahwa hari nelayan bukan hanya simbolitas semata, tetapi juga menjadi momentum kita semua untuk berbuat yang terbaik untuk para nelayan karena kita sudah ketahui bersama bahwa negara kita adalah Negara maritim, negara dengan lautan yang luas.

“Olehnya itu seharusnya sektor perikanan dapat memberikan arah kebangkitan ekonomi baru. Tapi pada nyatanya hal ini belum terealisasikan yang dibuktikan dengan masih kurangnya kesejahteraan nelayan itu sendiri,” ujarnya.

Marilah kita sama-sama Bahu membahu untuk menjadikan laut sebagai harapan baru untuk sektor ekonomi dan Nelayan sebagai ujung tombaknya, contohnya seperti nelayan di Sulawesi seharusnya lebih di perhatikan lagi.

“Mayoritas nelayan di Sulawesi dihadapkan oleh persoalan reklamasi, seperti kota Makassar dan Kendari yang di mana ini sangat merugikan kaum nelayan karena harus bersusah payah mencari ikan dan ditambah lagi dampak reklamasi yang merusak ekosistem laut itu sendiri sehingga menyebabkan menurunnya populasi Ikan,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Hasim selaku koordinator Dewan pertimbangan Wilayah Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia Wilayah VI (Sulawesi) memastikan dalam peringatan momentum besar hari Nelayan kami dari Lembaga Kemahasiswaan Perikanan terkhusus mahasiswa Perikanan provinsi Sulawesi tenggara (LKP Sultra) yang terdiri dari LKP UHO, LKP UMK , LKP Unidayan, LKP STIP Wuna Raha dan USN Kolaka akan menggelar kegiatan yang bernama Ekspedisi Hijau se-Sultra dengan Tema ” Kampanye Stimulan Reboisasi Alam”.

“Adapun bentuk kegiatan ini adalah mengelilingi wilayah Sulawesi tenggara dengan aksi penanaman pohon manggrove di daerah pesisir yang notabenenya telah mengalami Abrasi karena aktivitas manusia itu sendiri, seperti eksploitasi hutan manggorove, penambangan dan lain-lain,” jelasnya.

Lanjut, Hasim Selaku ketua panitia dalam kegiatan ekspedisi hijau ini juga mengungkapkan, telah menyantuni beberapa instansi terkait seperti DLH prov Sultra, DKP Sultra, Dinas kehutanan Sultra, dan Balai Das dan Hutan Lindung Sampara Sultra. Dari beberapa instansi ini menuai tanggapan positif dan siap berpartisipasi dalam kegiatan ekspedisi Hijau se Sultra karena sejatinya kegiatan ini adalah yang patut dilakukan dalam melestarikan alam Sulawesi tenggara.

“Yang kita tau secara bersama bahwa daerah Sulawesi tenggara adalah salah satu daerah pertambangan terbesar di Indonesia, maka bisa dipastikan kondisi alamnya pun dominan rusak diakibatkan dari proses penambangan tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Irma