La Ode Ahmad Monianse Lantik Pengurus KEPMMI Baubau
BAUBAU, TRIASPOLITIKA.ID – Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse, telah melantik dan mengukuhkan Pengurus Kesatuan Pelajar Mahasiswa Muna Indonesia (KEPMMI) Baubau Periode 2022-2023. Acara pelantikan tersebut dilaksanakan di Hotel Mira Kota Baubau, Senin malam (27/6/2022).
Melalui sambutannya La Ode Ahmad Monianse berharap, agar KEPMMI Baubau dapat bermanfaat bagi kemaslahatan orang banyak dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif. Baik bermanfaat bagi anggota dan pengurusnya, masyarakat luas, maupun masyarakat Muna dan masyarakat Kota Baubau.
“Tentunya sebagai organisasi Pelajar dan Mahasiswa kita berharap, agar KEPMMI ini dapat menjadi wadah untuk menempa diri bagi para pengurus dan anggotanya. Karena dengan berorganisasilah, kita bisa menggali banyak hal dan membangun jaringan yang lebih luas,” tuturnya.
La Ode Ahmad Monianse juga mengatakan, kunci keberhasilan tidak hanya semata-mata dari hasil belajar di lembaga pendidikan. Namun interaksi serta belajar di luar sistem pendidikan seperti berorganisasi, jauh lebih berpengaruh dalam meraih kunci keberhasilan dan kesuksesan.
“Organisasi kepemudaan akan sangat bermanfaat dalam mengembangkan diri untuk meraih kesuksesan. Jadi tolong dipelihara dengan baik organisasinya, jadikan organisasi ini sebagai lembaga pendidikan untuk menyempurnakan pendidikan yang telah peroleh di bangku sekolah atau bangku kuliah,” ujarnya.
Lebih lanjut La Ode Ahmad Monianse mengungkapkan, dalam berorganisasi, sifat kritis, kreatif, dan kolaboratif perlu dikembangkan. Menurutnya, jika sifat-sifat tersebut tidak dimiliki oleh anggotanya, maka organisasi tersebut tidak akan memiliki wibawa, serta tidak akan bisa memberikan manfaat.
Namun demikian orang nomor satu di Kota Baubau ini mengingatkan, agar sifat kritis tersebut tidak salah diterjemahkan. Pasalnya, orang yang memiliki sifat kritis, tidak dilihat dari berapa kali melakukan demonstrasi atau unjuk rasa, tetapi diukur dari konsep apa yang dikeluarkan dan di rumuskan.
“Jadi berpikir kritis itu adalah dengan memanfaatkan kapasitas diri, untuk melihat dan menilai kondisi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Tentunya kritis yang bermakna adalah kritis yang disertai dengan solusi, tidak hanya sekedar kritis tetapi tidak tahu bagaimana cara untuk memberikan solusi,” tutupnya. (adm)







