oleh

Kunker di Baubau, Ali Mazi Tinjau Sejumlah Pembangunan

BAUBAU, TP – Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, meninjau lokasi pembangunan Jembatan Tona, perluasan Bandara Betoambari, dan lokasi pembangunan tugu Pahlawan Nasional Oputa Yi Koo. Sabtu (30/1/2021).

Menurut Ali Mazi, saat ini belum ada kendala terkait pembangunan Jembatan Tona, apalagi Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dan Pemerintah Kota Baubau sudah siap melakukan pembebasan lahan.

“Setelah Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) selesai kita bisa lakukan evaluasi khususnya masalah tanah. Saya imbau masyarakat mendukung karena ini menjadi salah satu icon dunia juga,” ujar Ali Mazi, pada sejumlah wartawan.

Gubernur Sultra, Ali Mazi saat Kunjungan Kerja di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara Sabtu (30/1/2021) | Ardin/Triaspolitika.id

Dikatakanya, jembatan Buton-Muna tidak  sekedar menjadi jembatan penyeberangan saja. Namun jembatan tersebut juga menjadi sektor baru pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Pemerintah Provinsi Sultra juga bakal membangun kawasan pariwisata baru sebagai faktor pendukung. Panjangnya jembatan Tona 762 meter. Saya juga berterima kasih kepada Bapak Presiden dan Pak Menteri Pekerjaan Umum. Saya sampaikan, Kepulauan Buton dan Muna harus jadi satu sehingga Sultra menjadi satu kesatuan,” katanya.

Lebih lanjut Ali Mazi menuturkan, untuk rencana pembangunan tugu Sultan Himayatuddin, pihaknya juga tengah melihat letak lokasinya. Menurutnya, patung Oputa Yi Koo harus dibangun di tempat yang elok dipandang dan punya nilai estetika.

“Tadi saya tinjau kira-kira lokasinya di Kota Mara. Harus estetika juga supaya dilihat bagus. Tugu Sultan Himayatuddin tidak akan menjadi sekedar patung biasa. Kita akan membuatnya menjadi salah satu tempat kunjungan baru untuk masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri. Sebagai generasi muda kita abadikan patungnya bersama dengan museum sejarah Buton di dalamnya,” tutur Ali Mazi.

Sementara terkait perluasan runway Bandara Betoambari, Gubernur Ali Mazi sudah menyampaikan ke pihak Bandara Betoambari agar membuat rencana runway sepanjang 3.000 meter dan lebar 60 meter agar ia sampaikan ke Kementerian Perhubungan RI.

“Saat ini panjang runway 2.500, lebarnya 45. Tadi saya sudah minta Kepala Bandara Betoambari jadikan 3.000 agar supaya bisa dilewati pesawat berbadan lebar dan besar. Itu yang akan kita kerjakan dan upayakan kedepan,” paparnya.

Reporter: Ardin

HUKUM KRIMINAL