oleh

KPPBC Musnahkan Miras dan Rokok Ilegal asal Tiongkok

-HUKUM, KENDARI-17 views

KENDARI, TRIASPOLIRIKA.ID – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kendari melaksanakan kegiatan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) yang merupakan barang hasil penindakan pada Desember 2020 hingga Juni 2021.

Dua tempat menjadi pelaksanaan Pemusnahan yaitu di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), serta pemusnaan secara simbolis di halaman KPPBC TMP C Kendari.

Barang yang dimusnahkan nilai Rp4 miliar rupiah. Sedangkan potensi kerugian negara akibat beredarnya barang tersebut diperkirakan kurang lebih berkisar Rp1 miliar rupiah.

Kepala KPPBC TMP C Kendari, Purwatmo Hadi Waluja mengatakan, dalam kurun waktu Desember 2020 hingga Juni 2021 KPPBC TMP C Kendari telah menerbitkan Surat Bukti Penindakan (SBP) terhadap barang yang melanggar ketentuan Kepabeanan dan Cukai yang kemudian dijadikan sebagai Barang Milik Negara dengan rincian cukup besar.

“Jumlah barang ilegal yang dimusnahkan pada hari ini yakni tiga juta lebih batang rokok atau hasil tembakau,” katanya.

Purwatmo juga menyebut ada 299 botol Minuman mengandung etil alkohol yang turut dimusnahkan. “Pemusnahan hari ini kami lakukan di dua tempat. Secara simbolis dilakukan di pelataran KPPBC TMP C Kendari, serta dilaksanakan di Morosi,” terangnya.

KPPBC Musnahkan Miras dan Rokok Ilegal asal Tiongkok.(Ahmad/Triaspolitika.id)

Lebih lanjut dia mengatakan, penyitaan barang tersebut juga berasal dari penindakan dalam kurun waktu sejak Desember 2020 hingga Juni 2021, yang sebagian besar barang impor dilarang atau dibatasi untuk diimpor.

Untuk itu, Purwatmo mengingatkan tentang bahaya peredaran barang ilegal di Sulawesi Tenggara yang kian menanjak khususnya pada rokok ilegal.

“Saat ini Sulawesi menjadi surga bagi rokok ilegal yang ditunjukan dengan tingginya peredaran rokok-rokok tersebut. Ini berdasarkan survei dari pihak bea cukai,” terangnya.

Purwatmo sangat berharap ada kerja sama serta bantuan dari instansi-instansi lain untuk memberangus peredaran dari barang yang tidak membayar pajak.

“Bea cukai membutuhkan bantuan dan sinergi dari semua instansi maupun masyarakat agar menghentikan peredaran barang ilegal sehingga dapat membantu penerimaan negara terutama dalam kondisi Covid-19 ini,” imbuhnya.

Reporter: Ahmad

BERITA PILIHAN