KNPI Gandeng Dikbud Sultra, Produksi Minyak Goreng Tradisional
KENDARI, TRIASPOLITIKA ID – Kelangkaan Minyak goreng di Indonesia Masih sangat dirasakan warga, khususnya di waliyah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Terkait dengan kelangkaan itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sultra berencana menggelar gerakan massal pembuatan minyak goreng tradisional dari santan kelapa, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra.
Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sultra, Alvin Akawijaya Putra terus memastikan semua kesiapan pelaksanaan tersebut.
Kata Alvin, langka tersebut dilakukan sebagai upaya dalam menjawab isu serta menghidupkan kembali kearifan lokal masyarakat Sultra.
Pada kesempatan itu Alvin mengatakan, KNPI menggandeng sejumlah instansi terkait, diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra.
“Gerakan massal pembuatan minyak goreng tradisional ini berangkat dari rasa miris kita terkait isu minyak goreng yang ada saat ini,” ujar Alvin, Minggu (27/3/2022).
Sebagai Ketua Umum DPD KNPI Provinsi Sultra, kata anak Gubernur Sultra itu, pihaknya merasa terpanggil untuk melakukan gerakan tersebut.
”Dengan melibatkan kaum muda dan berkoordinasi bersama pemerintah, yang secara teknis melibatkan beberapa instansi terkait, diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra,” terang Ketua Yayasan Sultra Raya 2020 itu.
Lanjut Alvin, gerakan ini untuk memberikan semangat kepada masyarakat khususnya umat muslim yang sesaat lagi akan menyambut bulan suci ramadan.
“Kurang lebih seminggu lagi, umat islam akan menghadapi bulan suci Ramadan. Jadi janganlah panik soal minyak goreng, masih ada minyak tradisional kita,” katanya.
Jika harga kelapa di Kota Kendari mahal kata dia, maka bisa memanfaatkan jaringan sanak keluarga yang ada di daerah lain untuk distribusi buah kelapa dalam.
”Upaya ini agar kita sebagai masyarakat Sultra bisa bersama-sama menjawab isu kelangkaan hingga tingginya harga minyak goreng di pasaran,” tutur Direktur PT Maoge Lintas Perkasa.
Pria jebolan Universitas Gajah Mada Yogyakarta Program S1 Fakultas Hukum Konsentrasi Bisnis Hukum itu menambahkan, jika masyarakat Sultra secara bersama-sama bisa menghadapi dan melewati masa pandemi covid-19 dengan baik melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat.
”Sama halnya persoalan minyak goreng pun harus demikian, sehingga tidak boleh panik karena hal tersebut bisa menjadi sasaran empuk oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dalam memainkan harga ataupun penyediaan minyak goreng,” jelasnya.
Lebih lanjut Alvin mengatakan, terkait gerakan pembuatan minyak goreng secara tradisional, hampir tidak memiliki kendala. Sebab, 17 kabupaten di Sultra memiliki potensi ketersediaan kelapa dalam. ”Hanya saja, selama ini kurang dimanfaatkan oleh masyarakat Sultra,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Drs Asrun Lio menyambut baik gagasan yang diusung oleh Ketua KNPI Sultra. Apalagi telah melalui koordinasi secara intensif bersama Gubernur Sultra.
“Ide ini cukup kreatif dan inovatif, karena anak-anak mudah siap menjadi penggerak dan sigap mencari solusi dalam menjawab isu kelangkaan minyak goreng,” katanya.
Sebagai pemerintah kata dia, tentu semangat tersebut harus mendapat dukungan, apalagi isunya berkaitan dengan masyarakat banyak.
”Pemerintah memang memiliki kebijakan, tetapi peran pemuda sangat dibutuhkan untuk menggerakan ataupun mengingatkan,” katanya.
Reporter: Ahmad







