oleh

Ketua BEM Unidayan Disebut Terlibat pada Dugaan Penggelapan Dana Pembelian Hewan Kurban

BAUBAU, TP – Berkembang isu dugaan penggelapan dana di pembelian hewan kurban saat Idul Adha kemarin. Nama ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) pun ikut disebut-sebut terlibat dalam penggelapan tersebut.

Namun ada yang menilai jika isu tersebut sengaja digembar-gemborkan dengan tujuan pengkudetaan sang ketua BEM.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Unidayan mengatakan, jika persoalan di internal BEM seharusnya bisa diselesaikan secara organisasi. Agar tidak terkesan ada rencana kudeta Ketua BEM.

“Harusnya masalah begini bisa diselesaikan secara kelembagaan,” kata Ilham Sakti Kusuma,  Mahasiswa Fakultas Hukum Unidayan, angkatan 2018.

Agar opini tersebut kata IIlham, tidak digiring ke hal yang negatif, yang tujuannya menjatuhkan nama baik Unidayan.

Sebab, Ketua Bem merupakan representatif mahasiswa Unidayan. Sehingga menurutnya dugaan tersebut menjadi terpola ke Universitas.

“Dimata publik tentu hal ini mulai kelihatan terpola ke Unidayan,” kata Ilham pada triaspolitika.id, Minggu (23/08/2020).

Dikatakan Ilham, benar salahnya informasi dugaan penggelapan tersebut belum bisa dipastikan. Sebab, hingga sekarang belum ada sidang yang harusnya dilakukan MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa).

“Apalagi hari ini dugaan penggelapan anggaran qurban oleh ketua BEM Unidayan belum ada,” imbuhnya.

Ilham menilai, hadirnya isu miring kepada Ketua Bem, hingga mencuat ke media merupakan bentuk tidak bermentalnya oknum yang menduga tersebut dalam berorganisasi.

Ilham sepakat, kendati Ketua Bem Unidayan terbukti Bersalah, dapat di selesaikan dan ditindak secara konstitusional, bukan menggiring opini publik ke arah negatif yang mana belum tentu kebenaranya.

“Kita kan punya wadah sendiri untuk menyelesaikan tiap persoalan internal, bukan malah berkicau di media,” katanya.

Ilham prediksinya jika dugaan penggelapan tersebut tidak terbukti, urusannya bakal panjang bahkan rumit.

Ilham berharap, Ketua MPM Unidayan lebih dewasa merespon, dan segera menggelar sidang, agar dugaan tersebut tidak berlarut-larut.

“Salam hormat saya kepada Ketua MPM Unidayan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sebelumnya beredar kabar uang belanja sapi kurban pada Hari Raya Idhul Adha 1442 H diduga digelapkan Ketua BEM Unidayan sebesar Rp,600 ribu.

Reporter : ATUL

Komentar

HUKUM KRIMINAL