Kepala Sekolah Tidak Berkantor, Orang Tua Murid Segel Sekolah

waktu baca 2 menit
Kepala Sekolah Tidak Berkantor, Orang Tua Murid Segel Sekolah

MUNA, TRIASPOLITIKA.ID – Puluhan orang tua murid di Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara menyegel pagar sekolah SD Negeri 4 Paringi, Selasa (31/05/2022).

Aksi penyegelan tersebut dilatarbelakangi kekesalan mereka lantaran kepala sekolah yang baru saja dilantik enggan masuk kantor.

Salah satu orang tua murid SD Negeri 4 Paringi La Puhu mengatakan, kepala sekolah tidak masuk kantor sejak pelaksanaan Ujian Nasional (UN) murid.

“Usai ujian nasional anak kami butuh legalitas Ijazah untuk melanjutkan ketingkat menengah pertama. Namun karena kepala sekolah tidak pernah berkantor, sehingga administrasi anak kami tertunda,” ujar La Puhu, Selasa (31/05/2022).

La Puhu menegaskan aksi penyegelan pagar SDN 4 Paringi murni karena kekesalan, tanpa kepentingan politik.

”Kedatangan orang tua murid juga khawatir, sebab pendaftaran di sekolah tingkat pertama kian dekat,” ujarnya.

Sekertaris Dikbud Muna Samaul Bait berjanji bakal segera memangil Risnawati selaku Kepala Sekolah SDN 4 Parigi.

“Kami segera memangil Kepsek tersebut, kami akan mempertanyakan juga apa alasannya sehingga tidak masuk kantor,” kata Samaul Bait pada Triaspolitika.id.

Risnawati sebelumnya merupakan Kepala sekolah SDN 3 Parigi, kemudian dimutasi menjadi kepala sekolah SDN 4 Parigi.

Sedangkan Kepsek SDN 12 Parigi sebelumnya, mengantikan Risnawati di SDN 3 Parigi.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, La Mimi sudah memiliki SK bahkan sudah melakukan rapat di sekolah tersebut,” terangnya.

Pihaknya belum mengetahui pasti apakah Risnawati sudah memiliki SK atau belum, sebab SK dikeluarkan oleh BKPSDM Muna.

Jika SK sudah ada, kami akan serahkan langsung kepada Risnawati, kemudian memintanya untuk melaksanakan tugas.

”Kalau misalnya dia tidak terima jabatan tersebut, kami mengambil langkah selanjutnya. Kalau dia tidak setuju dengan mutasi, sama berarti dia mengundurkan diri dari Kepsek,” jelasnya.

Reporter: Bensar

error: Content is protected !!