oleh

Kepala Bapenda Sultra Jadi Tersangka, usai Aniaya Seorang Aktivis

KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Yusuf Mundu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang aktivis yang tergabung dalam Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI).

Penetapan tersangka tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Poasia, AKP Muhammad Salam, saat dihubungi Triaspolitika.id.

“Iya benar sudah ada tersangka satu orang atas pelaporan Alfin. Tersangkanya adalah salah satu Kepala OPD di Provinsi Sulawesi Tenggara,” ungkap AKP Muhammad Salam, Selasa (9/11/2021).

Kata Salam, dalam waktu yang dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap tersangka, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kasus tersebut.

“Atas kasus tersebut, tersangka dikenakan pasal 351 dengan ancaman penjara 2 tahun sekian bulan,” katanya.

Peristiwa penganiyaan tersebut bermula saat Alfin Pola bersama rekanya melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bapenda Sultra guna mempertanyakan Badan Pengaudit Keuangan (BPK) Provinsi Sultra tentang anggaran Pengadaan Mobiler kantor Bapenda tahun anggaran 2020.

Saat korban tiba di kantor tersebut, Ia kemudian dipersilahkan masuk keruangan tamu Kepala Bapenda. Menjelang beberapa menit duduk, kepala Bapenda kemudian keluar dan pempertanyakan maksud kedatangan mereka korban bersama sejumlah rekannya.

“Kami menjawab bahwa kami mau klarifikasi soal temuan BPK Sultra Tahun anggaran 2020 terkait anggaran pengadaan mobiler kantor. Kemudian Kepala Bapenda dengan Suara lantang Mempertanyakan ke absahan Sumber data kami, apakah benar data tersebut bersumber dari BPK, saya jawab bahwa betul itu dari BPK,” jelas Alfin.

Perdebatan keduanya pun terjadi. Korban Alfin di tunjuk-tunjuk oleh terduga pelaku hingga mengenai bibir korban.

Akibatnya, bibir Alfin pada bagian dalam sedikit mengalami luka. Selain itu, terduga pelaku juga meremas mulut korban hingga menyebabkan rahang korban lecet.

“Saya pada saat itu tidak melakukan perlawanan, karena saya sudah tau bila saya melakukan hal yang sama maka saya juga pasti di penjara, karena itu perbuatan penganiayaan,” terang Alfin pada Triaspolitika.id.

Reporter: Ahmad

Komentar

BERITA PILIHAN