oleh

Keluarga pasien Covid di Koltim Mengeluh, 16 Jam Baru Dirujuk

KOLTIM, TP – Salah seorang keluarga pasien Covid-19 di Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), mengeluh akan adanya pelayanan kurang baik yang dilakukan tenaga medis di Puskesmas Dangia.

Pasalnya, setelah dinyatakan terinfeksi virus corona, keluarga mereka inisial JD(60) hanya dibiarkan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas tanpa mendapat tindakan apapun dari petugas.

”Seharusnya petugas medis memberikan tindakan awal untuk pasien, bukan justru dibiarkan begitu saja berada di ruang UGD,” kata Asmun, keluarga pasien Covid-19 di Koltim.

Ironisnya lagi kata Asmun, saat ia meminta agar keluarganya dirawat inap di Puskesmas, petugas medis justru menolak, dengan alasan persediaan oksigen di Puskesmas itu, sudah menipis. Sehingga pasien tidak dimungkinkan untuk dirawat inap.

Mendengar alasan para petugas medis, Asmun akhirnya menyuruh istrinya untuk membeli oksigen di salah satu Apotik di Kecamatan Ladongi.

Keluarga pasien Covid di Koltim Mengeluh, 16 Jam Baru Dirujuk

Sayangnya, meski sudah membeli oksigen, keluarga Asmun tetap saja tidak diijinkan untuk dirawat inap di Puskesmas.

”Kata petugas medis keluarga kami harus dirujuk. Namun untuk saat ini belum bisa dirujuk dulu, sebab semua rumah sakit rujukan sudah full, sehingga harus menunggu,” kata Asmun, pada Triaspolitika.id.

Lebih lanjut Asmun menuturkan, pihak keluarga juga sempat meminta petugas agar keluarganya dirawat di rumah saja, namun sebelumnya harus diberikan obat sebagai suport awal terhadap pasien Covid-19.

Namun kata Asmun satupun dokter di Puskesmas tidak ada di tempat. Sehingga petugas medis yang ada tidak berani mengambil kesimpulan selanjutnya.

”Petugas medis tidak berani mengambil tindakan, karena tidak ada dokter sama kepala Puskesmas,” ujarnya.

Asmun mengungkapkan, keluarga mereka dirujuk di RSUD Koltim nanti setelah 16 jam berada di UGD Puskesmas Dangia. ”Dari jam 9 pagi kami di Puskesmas, nanti jam 12 malam baru dirujuk di RSUD Koltim,” terang Asmun.

Lebih lanjut Asmun mengatakan, keluarganya merupakan warga Desa Gunung Jaya, sehingga ia beserta keluarga lainya membawa pasien ke Puskesmas terdekat.

Keluarga pasien Covid di Koltim Mengeluh, 16 Jam Baru Dirujuk

Asmun menyebut, kelurganya diantar ke Puskesmas Dangia karena mengalami demam, selain itu nafsu makanya juga hilang.

Setelah tiba di Puskesmas Dangia, keluarganya langsung dilakukan swab sebagai syarat sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan Swab, keluarga Asmun dinyatakan positif oleh petugas Covid-19 di Puskesmas Dangia. Namun sayang, bukanya mendapat tindakan yang urgen, pasien justru dibiarkan ke ruangan UGD tanpa mendapat pelayanan yang maksimal.

”Tidak ada dokter makanya keluarga kami hanya dimasukan saja di UGD tanpa pelayanan selanjutnya,” kata Asmun.

Asmun menyayangkan tidak adanya dokter maupun kepala Puskesmas, sehingga mengakibatkan keluarganya terlambat mendapat pelayanan.

Reporter : Dekrit

BERITA PILIHAN