Kegiatan Edukasi Keselamatan PT Vale di Lutim Terhenti, Siswa di Intimidasi oleh Aliansi Petani Loeha Raya

waktu baca 3 menit

LUWU TIMUR, TRIASPOLITIKA.ID – Kegiatan Sosialisasi Berkendara Aman dan Pelatihan Pertolongan Pertama yang digelar PT Vale Indonesia Tbk dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional di Desa Tokalimbo, Luwu Timur, Kamis (12/2), terhenti setelah Aliansi  Petani Loeha Raya membubarkan acara tersebut.

Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar tingkat sekolah menengah itu sedianya bertujuan memberikan edukasi keselamatan berkendara serta pelatihan pertolongan pertama bagi siswa.

Sejak pagi, para pelajar yang mengenakan seragam Pramuka dan Palang Merah Remaja tampak antusias mengikuti kegiatan yang juga dihadiri guru, aparat desa, serta tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

Manager Health Safety Environment and Risk (HSER) Sorowako Growth PT Vale Indonesia, Murianti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengampanyekan keselamatan, khususnya bagi generasi muda.

“Kami hadir untuk mengedukasi anak-anak di Loeha Raya agar memahami pentingnya keselamatan berkendara dan pengetahuan dasar pertolongan pertama. Tahun lalu tercatat lebih dari 25 kecelakaan, dan kami berharap angka itu tidak terulang,” ujarnya.

Namun, saat materi kedua tentang pertolongan pertama akan disampaikan, sekelompok orang yang mengatasnamakan Aliansi Petani Loeha Raya (APL) masuk ke lokasi kegiatan dan meminta acara dihentikan.

Massa tersebut berteriak membubarkan kegiatan dan merebut mikrofon dari pemateri, sehingga suasana menjadi ricuh.

Padahal, sesi pertolongan pertama merupakan materi yang paling ditunggu peserta karena direncanakan disertai praktik langsung, seperti resusitasi jantung paru (RJP), penanganan patah tulang, luka dan pendarahan, serta penanganan korban pingsan dengan menggunakan manekin dan alat peraga.

Akibat insiden tersebut, kegiatan tidak dapat dilanjutkan dan para pelajar diminta meninggalkan ruangan. Sejumlah siswa terlihat ketakutan, bahkan ada yang menangis setelah mendengar teriakan dan ujaran keras dari kelompok massa.

Di tengah situasi tersebut, perwakilan PT Vale berupaya menenangkan massa dan menjelaskan bahwa kegiatan bersifat edukatif dan tidak terkait dengan kepentingan lain. Namun, massa tetap meminta kegiatan dihentikan.

Salah seorang siswa peserta kegiatan yang enggan disebutkan namanya mengaku kaget dan trauma atas peristiwa tersebut.

“Kami hanya ingin ikut sosialisasi safety riding, tiba-tiba ada yang masuk berteriak. Kami jadi takut,” ujarnya. Ia juga menyebut orang tuanya mendukung keikutsertaannya dalam kegiatan edukasi yang digelar PT Vale.

Peserta lain menyampaikan apresiasi atas materi yang sempat diterima, meski kegiatan tidak berjalan hingga selesai. “Ilmunya sangat bermanfaat bagi kami. Sayang tidak bisa dilanjutkan karena kejadian kemarin,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kelompok yang membubarkan kegiatan.

PT Vale Indonesia menyatakan penyesalan atas terhentinya kegiatan edukasi tersebut dan berharap ke depan upaya peningkatan keselamatan dan kesehatan bagi pelajar dapat berjalan dengan kondusif.(**)