Kebun Warga di Kolaka Terbakar, TNI dan Warga Berjibaku Cegah Api Meluas

waktu baca 2 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Kebakaran melanda lahan kebun milik warga di Desa Palewai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Minggu (23/8/2026).

Kobaran api membakar lahan seluas kurang lebih 2 hektare yang lokasinya berada tidak jauh dari permukiman warga.

Personel Kodim 1412/Kolaka melalui Koramil 07 Watubangga bersama aparat kepolisian dan masyarakat bergerak cepat memadamkan api agar tidak merembet ke kawasan permukiman.

Camat Tanggetada Hamdi Rapiun mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 Wita.

Menurut dia, api diduga berasal dari tumpukan sampah di lokasi pembuangan sampah liar yang sebelumnya terlihat mengeluarkan asap.

“Api diduga berasal dari tumpukan sampah yang terbakar. Kondisi cuaca panas disertai angin kencang membuat api dan bara dari sampah tertiup hingga mengenai semak belukar di sekitar kebun warga,” kata Hamdi.

Setelah menerima laporan masyarakat, Babinsa Koramil 07 Watubangga bersama Bhabinkamtibmas Polsek Watubangga langsung menuju lokasi.

Danramil 07 Watubangga Kapten Inf Sulaiman bersama Babinsa Desa Tanggetada Serda Akmal turut mengoordinasikan penanganan kebakaran.

Untuk mempercepat pemadaman, Kapten Sulaiman menghubungi petugas pemadam kebakaran dari wilayah Kecamatan Watubangga serta meminta bantuan unit pemadam dari salah satu perusahaan di Kecamatan Pomalaa, PT IPIP.

Prajurit TNI bersama polisi dan warga kemudian berjibaku memadamkan kobaran api.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar lebih luas, mengingat lokasi kebakaran berada dekat dengan permukiman warga.

Komandan Kodim 1412/Kolaka Letkol Inf Choky Gunawan, S.Sos., M.Han., mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat cuaca panas dan angin kencang.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ketika kondisi cuaca panas dan angin kencang,” kata Choky.

Dia juga meminta masyarakat segera melapor kepada aparat apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan.

“Jika melihat adanya titik api, segera laporkan kepada Babinsa atau aparat terdekat. Jangan menunggu api membesar, karena penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Palewai H. Basri mengingatkan warganya agar tidak sembarangan membakar sampah, terlebih saat wilayah tersebut memasuki musim kemarau.

“Seluruh masyarakat Desa Palewai jangan membakar sampah di sembarang tempat, apalagi sekarang ini musim kemarau,” kata Basri.

Menurut dia, pencegahan kebakaran lahan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Peran masyarakat diperlukan untuk mencegah munculnya titik api, terutama di sekitar permukiman dan lahan perkebunan.

  • Reporter: A. Jamal