oleh

Kasus Saling Lapor di Tomia, Disikapi Serius Polres Wakatobi

WAKATOBI, TRIASPOLITIKA.ID – Polres Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, serius menangani kasus penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi.

Kapolres Wakatobi AKBP Suharman Sanusi, SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Juliman, S. IPem., SH., MH mengatakan bahwa benar salah seorang warga Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, berinisial S melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan atau kekerasan dalam rumah tangga sebagaimana laporan Polisi Nomor LP/09/XII/2021/Sultra/Res Wakatobi/Sek Tomia Timur, tertanggal 12 Desember 2021, dengan terlapor adalah isterinya berinisial NH dan dua orang lelaki yang salah satunya adalah oknum anggota Polri berinisial Aipda SB.

“Terhadap laporan dugaan penganiayaan atau kekerasan dalam rumah tangga tersebut, telah dilakukan rangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti dan telah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 10 orang saksi termasuk para terlapor yang salah satunya oknum anggota Polri berinisial Aipda SB (anggota Polsek Tomia),” kata IPTU Juliman pada Senin (20/12/2021).

“Demikian juga terhadap laporan Saudari NH, yang melaporkan suaminya berinisial S tentang dugaan perkawinan tanpa ijin dan perzinahan dengan perempuan berinisial NK telah ditangani secara serius oleh penyidik Polres Wakatobi bersama Penyidik Polsek Tomia Timur. Pada laporan perkara dugaan perzinahan penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 7 orang dan pada perkara kawin tanpa ijin penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi sekitar 6 orang dan 1 orang ahli,” ujarnya.

Lanjutnya,Kasat Reskrim Polres Wakatobi, Iptu Juliman, menerangkan bahwa “perkara ini merupakan perkara saling lapor antara suami-isteri, awalnya perempuan berinisial NH melaporkan suaminya berinisial S tentang dugaan tindak tindak pidana perkawinan tanpa ijin, kemudian suaminya melaporkan balik isterinya tentang dugaan penganiayaan secara bersama-sama atau kekerasan dalam rumah tangga dan selanjutnya isterinya kembali melaporkan suaminya tentang dugaan tindak pidana perzinahan. Jadi kedua belah pihak saling melaporkan,” ungkapnya.

Atas hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Wakatobi menerangkan bahwa rencana tindak lanjut penanganan 3 (tiga) perkara tersebut di atas adalah melakukan gelar perkara. Dalam pelaksanaan gelar perkara nanti kita akan libatkan unsur pengawasan Polres Wakatobi yakni Propam dan Siwas guna menjamin akuntabilitas penyelidikan dan penyidikan perkara.

“Oleh karena itu, kami menghimbau kepada kedua belah pihak untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian, tidak melakukan aksi balas dendam maupun melakukan perbuatan melanggar yang melanggar hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut, dalam menangani perkara ini, tentunya penyidik telah mempedomani aturan hukum yang berlaku, hukum acara pidana dan juga Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif.

“Pada hari ini Senin tanggal 20 Desember 2021 bertempat di Polres Wakatobi telah ada pertemuan yang dihadiri oleh kedua belah pihak dan didampingi oleh keluarga/kuasa hukumnya guna membicarakan proses penyelesaian secara restoratif justice. Pada prinsipnya kedua belah pihak sepakat untuk diselesaikan diluar jalur pengadilan. Namun kesepakatan belum ditandatangani karena masih terdapat syarat yang diajukan oleh kedua belah pihak yang belum disepakati,” imbuhnya.

Reporter: Surfianto

BERITA PILIHAN