Kasus Lahan APL Sampolawa, GAS BUSEL Ungkit Janji Palsu Pemerintah

waktu baca 2 menit
Zamil, Korlap Gerakan Aktivis Sosial Busel (GAS BUSEL).

BUSEL,TRIASPOLITIKA.ID – Kasus lahan berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) yang berada di Kelurahan Todombulu, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan belum menemui titik terang bak tenggelam ditelan bumi.

Pasalnya, hal ini telah disuarakan melalui Gerakan Aktivis Sosial Busel (GAS BUSEL) beberapa bulan lalu.

Masyarakat seakan dibohongi oleh janji pihak Pemerintah Kecamatan. Kesal akan hal ini, Korlap Aksi GAS BUSEL mengatakan pihaknya belum mendapat konfirmasi soal rapat yang sebelumnya telah dijanjikan Pemerintah berupa mediasi bersama Tokoh Pemerintah Kabupaten Busel dan beberapa Tokoh adat di Kecamatan Sampolawa.

“Kami menunggu konfirmasi dan etikad baik pemerintah nihil nyatanya,” tutur dia ke Triaspolitika.id, pada Senin (6/12/2021)

Kata dia, berbicara soal lahan APL tentu bukan sebatas milik salah satu wilayah saja namun mencakup seluruh ekosistem  masyarakat yang tinggal di Sampolawa, “Hanya saja kalau bicara administrasi, Kelurahan Todombulu lah yang terbesar lahan APL nya,” ujarnya.

Diketahui, lahan APL tersebut rencananya untuk digunakan masyarakat kurang mampu, khususnya yang belum memiliki rumah tempat tinggal.

“Kalau ini terlaksana tentu akan menjadi salah satu faktor kemajuan masyarakat, yang pastinya pembangunan rumah tempat tinggal sesuai dengan prosedur yang akan dilakukan oleh pihak pemerintah,” terangnya.

Zamil juga menegaskan, jika saat ini masyarakat sangat mengharapkan apa yang telah dijanjikan pihak Pemerintah Kecamatan. Karena kata dia, jangan sampai Muncul kemudian argumen dari masyarakat yang memang kurang mengenakan di telinga para demonstran beberapa waktu yang lalu ini yang perlu kami antisipasi.

“Mediasi sudah beberapa kali kami lakukan namun tidak mendapatkan hasil yg begitu konkret maka dengan kecamam tegas saya nyatakan, menunggu waktu yang tepat saja kami akan mempresur sampai memiliki titik terang kepada masyarakat,” ungkapnya

Sebelumnya, akhir Agustus 2021 lalu, puluhan masa demonstran GAS BUSEL lakukan unjuk rasa didepan Kantor Camat Sampolawa Kabupaten Buton Selatan (Busel), yang menyoal lahan APL yang sama sekali belum bernilai manfaat sebagaimana peruntukannya yaitu pemukiman, perkantoran, dan perkebunan.

“Ini merupakan ketelodoran pihak pemerintah dalam menangani kasus kasus di Kab Buton Selatan tidak dengan Sigap dan Cepat itu jauh dari harapan masyarakat,” imbuhnya.

Reporter: Atul W