Kabupaten Muna Studi Tiru di Koltim, Belajar E-Pengendalian dan Simonela

waktu baca 5 menit

KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Kabupaten Kolaka Timur kini mulai menjadi salah satu daerah rujukan di Sulawesi Tenggara. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran pemerintah daerah Kabupaten Muna di Wonua Sorume (Negeri Anggrek) pada Rabu (15/11/2023) yang lalu. Rombongan Pemkab Muna itu, sengaja bertandang untuk studi tiru terkait E-Pengendalian dan Simonela.

  • Muna Studi Tiru di Koltim

Kehadiran pemerintah daerah Muna di Kolaka Timur disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kolaka Timur Muh. Andi Iqbal Tongasa bersama pimpinan OPD dan Kepala Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Kolaka Timur.

Iqbal Tongasa mengucapkan selamat datang kepada pemerintah daerah Muna di Kolaka Timur. Jendral ASN itu berharap, kedatangan pemkab Muna di Koltim bisa mempererat hubungan kedua wilayah.

“Semoga dengan adanya studi tiru ini dapat mempererat hubungan antar lembaga,” ujar Iqbal dalam sambutannya.

Sebelumnya, diketahui Kabupaten Kolaka Timur merupakan daerah yang pertama kali menggunakan aplikasi E-Pengendalian dan Simonela di Sulawesi Tenggara.

Untuk itu kedatantan pemerindah daerah Muna di Koltim tak lain studi tiru. Mereka melihat dan meniru Kolaka Timur dalam menata pembangunan dengan cara elektronik aplikasi E-Pengendalian dan Simonela.

Dalam pelaksanaan kegiatan studi tiru tersebut, pemerintah daerah kabupaten Muna dipimpin oleh Ahmad Yani Biku selaku Staf Ahli Bupati Muna.

Ahmad Yani Biku mengatakan bahwa meskipun Kolaka Timur baru berusia 11 tahun, namun sudah mampu menata birokrasi dengan baik serta mampu menata pembangunan dengan sangat teliti.

“Itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan kami memilih Kolaka Timur menjadi tempat studi tiru kami,” kata Ahmad Yani Biku.

Seperti diketahui bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur telah menggunakan Aplikasi E-Pengendalian dan Simonela dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan setiap OPD.

  • E-Pengendalian dan SIMONELA

Kabag Pembangunan Kolaka Timur Irmansyah mengatakan, guna meningkatakan pengelolaan anggaran kegiatan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah daerah Kolaka Timur membuat dua aplikasi.

Kedua aplikasi tersebut yaitu E-Pengendalian dan SIMONELA atau Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Lapangan.

Kata Irwansyah, E-Pengendalian pada dasarnya merupakan sebuah kecanggihan teknologi yang diinovasikan oleh pemerintah daerah Kolaka Timur.

E-Pengendalian digagas untuk memudahkan pemerintah daerah Kolaka Timur dalam mengelola penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja daerah (APBD) Kolaka Timur.

Teknologi canggih ini digunakan oleh pemerintah daerah dalam mengelola anggaran agar secara teratur dan juga terintegrasi dengan baik.

Menurut Irwansyah, pengelolaan anggaran yang baik merupakan tujuan dasar yang diyakini sangat diperlukan dalam sistem pemerintahan di era saat ini.

Aplikasi E-Pengendalian akan berfungsi baik dalam mengelola penggunaan anggaran pembelanjaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja daerah (APBD) Kolaka Timur.

“Semua pembelanjaan APBD Kolaka Timur akan dikontrol melalui aplikasi E-Pengendalian. Misalnya salah satu Organisasi Perangkat Daerah atau OPD mengelola anggaran senilai 10 milyar rupiah, dalam pengelolaannya, anggaran tersebut akan dikontrol langsung melalui aplikasi E-Pengendalian,” ujar Irmansyah.

Sedangkan SIMONELA atau Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Lapangan juga aplikasi yang nantinya bakal digunakan pemerintah daerah Kolaka Timur.

Aplikasi satu ini merupakan perangkat lunak berbasis web yang digunakan untuk memonitoring atau mengawasi setiap kegiatan pembangunan inprastruktur yang ada di Kolaka Timur.

“Simonela adalah alat kontrol, ketika sudah mulai kontrak maka Simonela sudah berfungsi. Pemerintah daerah akan mengontrol pemilik pekerjaan dan penyelenggara kerja melalui aplikasi ini,” jelas Irmansya.

Dengan adanya Simonela, Irmansyah berharap pemerintah dapat semakin mudah melakukan kontroling terhadap pembangunan yang ada di Kolaka Timur. “Aplikasi ini merupakan ide kreatif dari bupati,” kata Irmansyah.

Menurut dia, kedua aplikasi tersebut diterapkan pertama di Sulawesi Tenggara. Kolaka Timur merupakan pilot project dari apikasi tersebut.

Lanjut Irmansya, pemerintah daerah Kolaka Timur sudah melakukan kegiatan pelatihan kepada OPD tentang bagaimana cara kerja aplikasi E-Pengendalian dan SIMONELA.

Digitalisasi ini kata dia, merupakan langkah yang harus ditempuh Pemkab Kolaka Timur sebagaimana amanah dari Peraturan Presiden RI tentang SPBE.

“Hal ini kita lakukan dalam rangka mewujudkan kepatuhan dan ketaatan Pemkab Koltim terhadap Peraturan Presiden RI nomor 95 tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik,” ungkapnya.

Untuk pelaksanaan E-Pengendalian dan SIMONELA telah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 6 Tahun 2023 Tentang Pelaksanaan Pengendalian Pembangunan Dengan Sistem Informasi E-Pengendalian dan Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Lapangan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur.

”Kita yakin kedua aplikasi ini, dapat mempercepat pembangunan di Kolaka Timur dengan kualitas yang sangat baik,” tandasnya.

Selain keberhasilan penggunaan kedua aplikasi tersebut, Pemerintah Daerah Kolaka Timur juga terus menggenjot pembangunan fisik dari ujung selatan Kolaka Timur yaitu Lambandia hingga ujung Utara tepatnya Kecamatan Ueesi.

Kegiatan Pembangunan semakin digenjot lagi pasca Abd. Azis dilantik menjadi Bupati Definitif oleh Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara pada Senin (27/11/2023) yang lalu yang bertempat di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara.

  • Bupati Azis Tancap Gas Benahi Infrastruktur Koltim

Bupati Kolaka Timur tersebut langsung tancap gas meninjau lokasi pembangunan infrastruktur baik infrastruktur pendidikan, infrastruktur pertanian maupun infrastruktur jalan.

Pembangunan gedung sekolah, perpustakaan, gedung uks hingga laboratorium ditinjau langsung oleh oleh Bupati Kolaka Timur tersebut.

“Pembangunan sudah hampir seluruhnya selesai, kita berharap gedung yang terbangun ini bisa bermanfaat untuk anak-anak kita,” ucap orang nomor satu di Kolaka Timur tersebut.

Abd. Azis dalan setiap kesempatan selalu mengingatkan untuk tidak anti kritik, sebab menurutnya kritik dan saran merupakan suatu wujud kecintaan masyarakat kepada daerah.

“Kita harus seimbang, jangan hanya senang dipuji dan senang disanjung, hati-hati jika itu terjadi, bisa saja itu adalah awal kehancuran kita, dan jika di kritik kita jangan takut, kita harus selalu seimbang karena hidup itu selalu ada dalam 2 hal, misalnya tumbuhan jika hanya panas saja yang di dapat pasti akan mati, jika hanya hujan saja yang didapat juga akan mati, tapi jika panas dan hujan seimbang maka tumbuhan ini akan tumbuh dengan baik dan akan berbuah sehingga buahnya bisa dinikmati oleh masyarakat,” ucap Azis.

Menurutnya tidak ada yang sempurna di dunia ini, manusia hanya bisa merencanakan tetapi segala sesuatunya hanya Tuhan yang mampu menentukan.

“Kita berikhtiar baik, kita rencanakan semua yang baik-baik, selebihnya serahkan kepada Allah untuk menentukan, saya yakin jika kita berniat baik untuk membangun daerah yang sama-sama kita cintai ini, maka kita akan diberikan kebaikan juga oleh Allah,” tandasnya.(Adventorial)

Reporter : Hery

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *