Jelang Akhir Tahun, Harga Sembako di Muna Meroket

waktu baca 2 menit
Pedagang tradisional di Pasar Sentral Laino.(Bensar/Triaspolitika.id)

MUNA, TRIASPOLITIKA.ID – Jelang akhir tahun, sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan Triaspolitika.id pada Senin, (13/12/2021) kenaikan harga Sembako terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Data yang diperoleh dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperidag), Kabupaten Muna, kenaikan harga sembako yang melejit terdapat pada harga cabai.

Cabai rawit yang sebelumnya seharga Rp100 ribu per kilogram, kini naik hingga Rp150 ribu. Harga cabai rawit naik hingga 50 persen dari sebelumnya.

Sedangkan cabe merah besar yang sebelumnya seharga Rp50 ribu rupiah per kilogram, naik menjadi Rp60 ribu rupiah atau 20 persen.

Tidak hanya itu, kenaikan harga cabai juga terjadi pada jenis cabai keriting yang sebelumnya segarga Rp50 ribu perkilogram, kini dibanderol menjadi Rp60 ribu atau naik 20 persen.

Kenaikan harga sembako juga dialami beras super yang semula seharga Rp8.500 per liter, menjadi Rp9 ribu per liternya, atau naik 6 persen.

Begitu juga dengan harga Minyak goreng yang semula seharga Rp16 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp21 ribu per kilogramnya, atau naik 5 persen.

Naiknya harga minyak goreng dipengaruhi naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) sepanjang semester II tahun 2021.

Kepala Dinas Perindag Muna, La Ode Darmansyah menuturkan, kenaikan harga sembako di sejumlah pasar tradisional di Muna disebabkan tingginya permintaan. Selain itu, juga disebabkan kondisi cuaca yang kian buruk akir-akir ini.

“Kenaikan komoditas tersebut disebabkan tingginya permintaan serta faktor cuaca yang memburuk,” terang Darmansyah.

Reporter: Bensar Sulawesi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *