Irban Investigasi, Muh Athar Hasimin: Dana Hibah KONI Tahun Anggaran 2019 Sudah Selesai di Periksa

waktu baca 3 menit

BUTON, TRIASPOLITIKA.ID – Hasil pemeriksaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun anggaran 2019 sudah selesai di periksa.

Hal itu diungkapkan Irban Investigasi, Muh Athar Hasimin, SH., MH melalui sambungan telepon, pada Selasa (4/1/2022).

“Untuk temuannya tidak bisa saya publikasi, tidak bisa saya sampaikan, yang jelas ada temuannya. Jadi, kalau teman-teman wartawan mau mendapatkan info detailnya itu langsung ke pihak pemohon untuk di audit. Ke pak Bupati atau mantan ketua KONI sebelumnya,” ungkap Irban Investigasi Muh Athar Hasimin, SH., MH kepada Triaspolitika.id pada Selasa (4/1/2021).

Lanjut kata dia, karena tanggung jawab kami hanya melakukan audit untuk disampaikan langsung ke pihak audisi atau ke pihak yang berwenang dalam hal ini APH.

“Mohon maaf teman-teman wartawan karena ini sudah aturannya begitu, karena wilayah kami hanya melakukan audit dan menyampaikan ke pihak audisi dan APH,” imbuhnya.

Sebelumnya sempat diberitakan. Puluhan Pemuda menggelar unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Buton. Mereka mendesak Kejari Buton mengusut tuntas kasus dugaan dana fiktif KONI tahun 2019.

Dalam aksinya para pengunjuk rasa mendesak Kejaksaan Negeri Buton untuk mengusut tuntas dugaan kegiatan fiktif dana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton sebesar Rp700 juta pada 2019 lalu.

Korlap aksi, La Ovan Momi dalam orasinya mengungkapkan, pada tahun 2019 lalu, dana hibah dari Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Buton yang diberikan kepada KONI Buton sebesar Rp 700 juta untuk pembinaan atlet yang ada dibeberapa Cabang olahraga (Cabor).

Lantas, anggaran tersebut telah dicairkan oleh Pemkab Buton ke Rekening KONI Buton melalui Badan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buton ter tanggal 14 Februari 2019 untuk pembinaan atlet Cabor.

Akan tetapi, lanjut Ovan, berdasarkan keterangan dari beberapa para ketua (Cabor) justru, pihaknya tidak pernah menerima satu persenpun dari KONI untuk keperluan pembinaan atlet.

“Menurut keterangan beberapa ketua Cabor, dari dana yang dicairkan ke rekening KONI sebesar 700 juta tersebut tidak pernah diterima oleh mereka dalam melakukan pembinaan,” rilis Ovan Momi kepada Media ini, Kamis, (9/12/2021) malam.

Hal senada juga disuarakan oleh Leo Wabula, menurutnya, pihaknya menduga dana sebesar Rp700 juta tersebut di fiktifkan karena dana sebesar itu tidak jelas di peruntukan untuk apa ?.

Sehingga, sambung Leo, pihaknya juga mendesak ketua KONI Buton untuk mengeluarkan bukti laporan pertanggung jawaban atas anggaran yang telah dicairkan itu.

“Sehingga melalui gerakan ini kami juga meminta laporan pertanggung jawaban dari Ketua KONI Buton atas pertanggung jawaban anggaran sebagai laporan realisasi keuangan yang telah di cairkan sebesar 700 juta tersebut,” tegasnya.

“Oleh karena itu Kami dari Pergerakan Pemuda Daerah, meminta kepada
Kejaksaan Negeri Buton untuk melakukan audit terhadap kerugian negara akibat dari dugaan kegiatan Fiktif Dana Hibah KONI Tahun 2019,” pungkasnya.

Untuk diketahui, rangkaian aksi unjuk rasa oleh puluhan pemuda yang mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat Pergerakan Pemuda Daerah (Perda) Buton, merupakan bentuk peringatan Hari Anti Korupsi (HAK) se-Indonesia tepatnya 9 Desember 2021.

Reporter: Anto

error: Content is protected !!