Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!
TANGERANG SELATAN, TRIAPOLITIKA.ID – Dalam semangat mendorong masyarakat Indonesia agar makin cerdas dalam mengelola keuangan, platform fintech lending Indosaku menggandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD menggelar kegiatan literasi keuangan bertema unik: “Pindar vs. Pinjol – Biar Nggak Salah Pilih!”.
Acara yang digelar awal pekan ini diikuti lebih dari 50 mahasiswa dan pelaku UMKM muda, yang antusias menggali lebih dalam perbedaan mendasar antara Pindar (Pinjaman Daring Resmi) dan Pinjol ilegal yang masih marak menjerat masyarakat.
“Pinjam itu boleh, asal tahu rambu-rambunya. Di Indosaku, kita bukan cuma kasih dana, tapi juga edukasi,” ujar Kevin Gozal, perwakilan Indosaku yang menjadi pemateri dalam sesi edukatif tersebut, Selasa, 24 Juni 2025.
Pindar: Solusi Finansial Legal dan Bertanggung Jawab
Dalam pemaparannya, Kevin menjelaskan bahwa Pindar adalah bentuk pinjaman daring legal yang mengedepankan transparansi, edukasi, dan perlindungan konsumen. Indosaku menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh atas bunga, kewajiban pembayaran, serta manfaat jangka panjang dari pinjaman.
Peserta juga dikenalkan pada simulasi pengajuan pinjaman, sistem penilaian risiko, hingga hak-hak debitur berdasarkan regulasi OJK.
Pinjol Ilegal: Cepat Dapat Uang, Lama Menderita
Berbeda dengan Pindar, Pinjol ilegal justru menghadirkan berbagai risiko. Mulai dari bunga tidak wajar, ancaman penagihan yang kasar, hingga pencurian data pribadi. Melalui sesi studi kasus, mahasiswa diajak menganalisis berbagai contoh nyata penyalahgunaan pinjol ilegal di masyarakat.
“Banyak yang terjebak karena minim informasi. Edukasi seperti ini sangat penting dan harus rutin dilakukan,” kata Lily Zulaeha, Direktur Kampus Bisnis Umar Usman BSD.
Kolaborasi untuk Masyarakat Melek Finansial
Indosaku menegaskan komitmennya dalam mendorong ekosistem pinjaman digital yang sehat, melalui kolaborasi lintas sektor dan edukasi publik secara berkelanjutan.
“Generasi muda adalah garda depan ekonomi digital. Mereka perlu dibekali pemahaman finansial yang praktis dan kontekstual,” tambah Kevin.
Acara ditutup dengan kuis interaktif dan pembagian hadiah bagi peserta aktif, sebagai bagian dari penguatan keterlibatan dan pemahaman terhadap materi.







