HUT Ke-28 PAN, Gelar Aksi Sosial di Sultra

waktu baca 4 menit

KENDARI : TRIASPOLITIKA.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) tidak hanya menjadi perayaan perjalanan politik partai, tetapi juga momentum untuk menghadirkan kepedulian yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Mengusung tema “Gerak Cepat Bantu Rakyat”, PAN menggelar berbagai kegiatan sosial secara serentak di seluruh Indonesia. Dari santunan bagi anak yatim dan kaum duafa, aksi bersih lingkungan, bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, hingga penguatan program yang membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan mereka.

Di Sulawesi Tenggara (Sultra), rangkaian kegiatan sosial telah dimulai sejak 19 Agustus 2026. DPW PAN Sultra bersama jajaran DPD di kabupaten/kota menggelar aksi bersih-bersih lingkungan serta memberikan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua DPW PAN Sultra H. Yusran Akbar mengatakan peringatan HUT ke-28 harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan di usia partai yang ke-28 ini dengan membantu sesama, membersihkan lingkungan, dan meringankan beban kaum duafa. Ini adalah komitmen kami untuk terus mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi rakyat Sulawesi Tenggara,” katanya di Kendari, Minggu (23/8).

Menurut Yusran, kegiatan sosial tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh kader bahwa keberadaan partai harus memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.

Semangat serupa terlihat dalam puncak tasyakuran HUT ke-28 PAN yang digelar di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Minggu.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengajak seluruh kader untuk tidak berhenti pada perayaan ulang tahun, tetapi menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat.

“Hari ini posisi kita paling kuat untuk memberikan darma bakti terbaik untuk rakyat Indonesia,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia kemudian mengajak seluruh kader untuk meningkatkan kepedulian dan memperbanyak aksi yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Marilah kita bekerja lebih baik lagi. Kita berbuat lebih banyak lagi untuk bantu rakyat Indonesia,” katanya.

Dalam tasyakuran tersebut, PAN memberikan santunan kepada 400 anak yatim dan masyarakat kurang mampu. Doa bersama juga digelar untuk para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta korban kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Kepedulian itu tidak berhenti pada doa. Zulkifli Hasan meminta kader PAN yang menjabat sebagai menteri, anggota DPR, maupun DPRD untuk menyisihkan gaji selama satu bulan guna membantu korban bencana di NTT.

PAN juga memperkenalkan kembali program “Lapor PAN”, sebuah ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Keluhan mengenai anak yang kesulitan melanjutkan sekolah, keluarga yang membutuhkan bantuan pangan, hingga masyarakat yang menghadapi kendala mendapatkan layanan kesehatan diharapkan dapat disampaikan melalui program tersebut.

“Kalau ada yang lapor ada kesulitan, kita siap, sudah dipersiapkan. Kalau ada anak-anak Indonesia yang enggak bisa sekolah karena kesulitan biaya, kita sudah siapkan beasiswa,” kata Zulkifli.

Di sisi lain, program PANsar Murah juga diarahkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Melalui program tersebut, paket sembako senilai Rp50 ribu dapat diperoleh masyarakat dengan harga Rp5 ribu.

Bagi PAN, berbagai program tersebut menjadi upaya menerjemahkan tema “Gerak Cepat Bantu Rakyat” ke dalam tindakan yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

Sebab, bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan, bantuan kecil sekalipun dapat memiliki arti besar. Sepaket sembako dapat membantu keluarga bertahan beberapa hari, santunan dapat meringankan kebutuhan, sementara kesempatan memperoleh beasiswa dapat membuka kembali harapan seorang anak untuk melanjutkan pendidikan.

Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa perjalanan 28 tahun PAN harus menjadi pijakan untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian HUT ke-28 PAN selanjutnya akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 18 September 2026 di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan sekitar 6.000 kader.

Momentum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang konsolidasi partai, tetapi juga memperkuat komitmen PAN untuk terus hadir di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, usia 28 tahun sebuah partai bukan hanya tentang panjangnya perjalanan organisasi, tetapi tentang seberapa jauh keberadaannya mampu menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.