oleh

HIPTI Bedah Rumah Warga Mangolo dari atap Terpal Menjadi Rumah Baru

“Kalau hujan turun kami basah basah dalam rumah,” kata Asep sembari membasahi pipinya dengan tetesan air mata.

LIPUTAN: REPORTER TRIASPOLITIKA.ID

Gubuk kecil itu sebentar lagi roboh, dia sudah berdiri miring. Tiang penyangganya sudah lapuk dimakan rayap. Hampir keseluruhan dindingnya juga pada bolong-bolong. Agar tidak dilihat dengan orang yang kerap melintas, pemilik rumah menggunakan baliho bekas sebagai penutup.

Rumah berukuran 5×7 meter persegi itu, dihuni oleh Asep Suriana (43), bersama istri dan kedua anaknya. Sudah belasan tahun Asep bersama keluarga kecilnya tinggal di tempat itu. Mengadu nasib, menantang kerasnya hidup saat ini.

Rumah Asep terletak di Lingkungan Kampung Tua, Kelurahan Mangolo, Kecamatan Latambaga, Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Tidak sedikit pemerintah yang kerap bertandang ke rumah Asep. Tidak sedikit juga yang memberikan harapan padanya, untuk segera memperbaiki gubuk tinggalnya.

“Jujur pak, saya juga malu sebenarnya kalau hanya berharap bantuan dari pemerintah. Tapi mau diapa, saya hanya kerja serabutan dapat kerjaan kadang-kadang tidak, istri saya juga hanya ibu rumah tangga. Jadi biaya makan saja kami setengah mati,” kata Asep pada Wartawan.

Jangankan untuk memperbaiki tempat tinggalnya, anak Asep pun nyaris putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. ”Anak saya yang pertama hampir putus sekolah,” kata Asep yang didampingi istrinya Dewi Astini (38).

Wajah Asep mulai riang, setelah dikunjungi oleh segerombol pemuda dari Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI) Kabupaten Kolaka.

HIPTI memberikan harapan baik bagi Asep dan keluarganya, berjanji akan membedah rumah Asep yang tidak layak itu, menjadi layak tinggal.

Dinding rumah yang sebagian terbuat dari jelajah bambu dan baliho bekas segera diganti seluruhnya menggunakan papan baru. Atap rumah yang dulu hanya menggunakan terpal bekas dan beleho sobek juga akan diganti dengan seng.

Asep bersama keluarga kecilnya pun semakin bahagia, ketika melihat HIPTI mulai perlahan membongkar rumanya yang sudah reot itu.

Rasa galau Asep ketika hujan turun kini mulai terobati. Rumahnya di rehab total oleh tim pekerja yang dikerahkan Pengurus Daerah HIPTI Kolaka.

Ketua HIPTI Kolaka, Heryanto Suaib mengatakan, kegiatan bedah rumah tidak layak huni merupakan rangkaian kegiatan menjelang pelantikan pengurus HIPTI Kolaka pada 20 November 2021.

“Bedah rumah ini kami sebut sebagai kegiatan tadabur sosial. Kedepannya akan menjadi program kerja HIPTI bidang sosial,” ujar Heryanto.

Ketua HIPTI Kolaka, Heryanto Suaib

Heryanto mengatakan, penentuan rumah yang akan dibedah dilihat dari kondisi fisik bangunan yang kategori kerusakan berat.

“Rumah pak Asep mulanya diketahui dari postingan di media sosial. Atas informasi itu, kemudian saya arahkan tim survey turun melihat di lapangan, ternyata memang faktanya sangat tidak layak dihuni karena atapnya hanya menggunakan terpal bekas dan dindingnya sebagian besar menggunakan baliho bekas. Akhirnya kami putuskan untuk membangunkan rumah baru,” tuturnya.

Program tadabur sosial yang dicanangkan HIPTI Kolaka merupakan bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu khususnya yang belum memperoleh bantuan dari pemerintah.

“Ini adalah wujud komitmen kami untuk membantu meringankan beban warga kurang mampu. Saat ini memang harus kita bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan. Apalagi di Kolaka ini kaya potensi sumber daya alamnya, maka juga merupakan kewajiban kita bersama untuk saling menguatkan,” tutur Heryanto.

Reporter: Dekri

Komentar

BERITA PILIHAN