Hasil Uji Laboratorium Nyatakan Padi di Lahan Terdampak Tumpahan MFO di Luwu Timur Aman Dikonsumsi
SOROWAKO, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, memastikan hasil panen padi dari lahan percontohan (demplot) di area terdampak tumpahan minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO) memenuhi standar mutu dan keamanan pangan berdasarkan hasil pengujian laboratorium.
Pengujian tersebut melibatkan sejumlah lembaga, yakni IPB Consulting, Laboratorium ICBB, Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian, Kementerian Pertanian, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur.
Hasil pengujian terhadap seluruh sampel gabah atau padi yang dipanen dari lahan demplot menunjukkan bahwa hasil panen tersebut dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
Pengujian itu merupakan bagian dari rangkaian upaya remediasi yang dilakukan Vale Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memulihkan produktivitas lahan pertanian masyarakat setelah insiden kebocoran pipa minyak.
Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan perusahaan berkomitmen memastikan lahan pertanian yang terdampak dapat kembali produktif dan menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi.
“Kami memiliki komitmen tinggi untuk menjalankan operasional perusahaan yang bertanggung jawab, termasuk pada kondisi khusus ketika risiko operasional terjadi. Selain membersihkan area terdampak segera setelah kejadian, kami juga ingin memastikan bahwa lahan pertanian masyarakat setempat bersih dan dapat kembali produktif dengan hasil yang aman untuk dikonsumsi,” kata Yusri dalam keterangannya.
Menurut dia, pengujian ilmiah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan aktivitas pertanian dan rantai perekonomian masyarakat di Kecamatan Towuti dapat kembali berjalan normal.
Yusri mengatakan perusahaan memahami kekhawatiran petani sejak insiden tumpahan minyak terjadi. Karena itu, berbagai langkah mitigasi dilakukan untuk memulihkan rasa aman masyarakat sekaligus memberikan kepastian terhadap keberlanjutan mata pencaharian mereka.
“Hasil laboratorium independen ini menjadi bukti bahwa melalui penanganan yang tepat, lahan sawah tetap produktif dengan hasil pangan yang aman dikonsumsi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Vale Indonesia telah menjalankan program pendampingan pertanian sejak awal kejadian. Program tersebut mencakup satu siklus budidaya padi selama Februari hingga September 2026 di sejumlah lahan terdampak.
Lahan tersebut tersebar di Desa Lioka, meliputi Dusun Molindowe dan Dusun Polapi, serta Desa Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menangani dampak kebocoran pipa minyak, mulai dari pembersihan area terdampak, identifikasi objek terdampak, pembayaran kompensasi, pelaksanaan demplot padi, hingga pengujian hasil panen.
Menurut Irwan, hasil pengujian laboratorium tersebut memberikan kepastian bagi pemerintah daerah dan petani untuk mempersiapkan kembali kegiatan budidaya padi.
“Apa yang menjadi keraguan dan keresahan kita, alhamdulillah hari ini sudah terjawab semua. Dengan hasil dari dua lab ini, kami berharap musim tanam kedua bisa disegerakan, mudah-mudahan Oktober atau paling lambat November bisa dilaksanakan,” kata Irwan.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur siap mendukung pemulihan sektor pertanian, termasuk melalui bantuan bibit. Vale Indonesia juga berkomitmen mendampingi petani dalam pelaksanaan musim tanam berikutnya.
“Saya berharap tidak ada lagi kecemasan ataupun keraguan kita. Vale akan mendampingi musim tanam kedua dan memberikan bantuan bibit. Kami dari Pemda Luwu Timur juga siap memberikan bantuan bibit,” ujarnya.
Petani Desa Timampu, Mursalim, menyambut hasil pengujian tersebut dan berharap kegiatan pertanian dapat kembali dilaksanakan.
“Dari hasil dua lab yang disampaikan itu, kita bisa ambil kesimpulan bahwa penanaman berikutnya bisa kita lakukan karena hasilnya sudah layak konsumsi,” kata Mursalim setelah menghadiri pemaparan hasil uji demplot penanaman padi di Kantor Bupati Luwu Timur.
Vale Indonesia menyatakan penanganan dampak tumpahan MFO dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan area terdampak hingga pendampingan budidaya dan pengujian hasil panen.
Upaya tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan lahan pertanian dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.(*)







